SLEMAN, BERNAS.ID- Indonesia saat ini tengah mengalami perubahan struktur demografis yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia. Kondisi ini menandai masuknya Indonesia ke dalam fase ageing population.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk lansia di Indonesia telah mencapai sekitar 12 persen pada tahun 2024 dan diproyeksikan terus meningkat hingga lebih dari 20 persen pada tahun 2045.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menduduki posisi sebagai provinsi dengan persentase penduduk lanjut usia (lansia) tertinggi di Indonesia. Untuk itu diperlukan penguatan layanan kesehatan lansia, pencegahan penyakit kronis, serta upaya menjaga kemandirian dan kualitas hidup di usia lanjut.
Baca Juga Dokter di DIY Gelar Doa Bersama Sikapi Kebijakan Menteri Kesehatan
Merespon kondisi tersebut, Annual Scientific Meeting (ASM) ke-19 Tahun 2026 menjadi forum ilmiah strategis untuk memperkuat pemahaman, diskusi, dan kolaborasi lintas disiplin dalam menyikapi tantangan dan peluang penuaan penduduk.
ASM 2026 mengangkat tema “Embracing Ageing: Stay Healthy, Sharp and Productive”, yang menekankan pentingnya penuaan sehat, aktif, mandiri, dan tetap produktif.
Ketua ASM 2026, Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, mengatakan lonjakan jumlah lansia perlu disikapi dengan kesiapan layanan kesehatan yang mumpuni. Menurutnya, pemerintah melalui kementerian harus terus didorong untuk memperkuat layanan khusus bagi kelompok senja ini.
“Kementerian telah memberikan layanan melalui direktorat lansia. Melalui ASM 2026, para pakar sepakat kunci menghadapi bonus demografi kedua ini dengan menjaga fungsi kognitif dan fisik lansia agar tetap produktif sebagai panutan generasi muda,” ucapnya.
Senada dengan hal tersebut, Narasumber ASM 2026 Dr. dr. Astuti, Sp.N, Subsp.NGD(K) menyebut UGM telah melakukan langkah konkret melalui desa binaan. Sasarannya, mengedukasi kader-kader Posyandu Lansia agar mereka mampu mendampingi warga senior di lingkungannya.
“Lansia harus menjadi mitra pembangunan, bukan beban bagi negara atau keluarga. Kami ingin mereka tetap berdaya dengan kearifan dan pengalaman yang mereka miliki,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kagamadok, Dr. dr. Darwito, SH, Sp.B.Subsp.Onk(K), menegaskan bahwa isu lansia akan selalu menjadi prioritas selama tantangan di lapangan masih ditemukan.
“Selama masih ada problem di lapangan, isu lansia akan terus kami bawa menjadi tema utama. Kami ingin menjadikan mereka prioritas dalam sistem kesehatan dan sosial,” katanya.
Menurut dr Darwito, peningkatan jumlah lansia harus dipandang sebagai potensi pembangunan, bukan sekadar beban. “Asalkan didukung oleh kebijakan dan layanan kesehatan yang tepat untuk menjaga kualitas hidup mereka agar tetap berdaya dan berkontribusi secara sosial maupun ekonomi,” katanya.
Ketua Dies Natalis, Prof. dr. Retno Sutomo, Ph.D, Sp.A (K), Subsp.TKPS mengatakan kegiatan ASM 2026 merupakan bagian integral dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-80 FK-KMK UGM, HUT ke-14 RSA UGM, HUT ke-44 RSUP Dr. Sardjito, serta HUT ke-98 RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro.
“Momentum ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan praktik kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang inklusif bagi penduduk lanjut usia di Indonesia,” tuturnya.
ASM 2026 menyoroti bahwa proses penuaan merupakan hasil interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Faktor genetik berperan dalam menentukan kerentanan terhadap penyakit degeneratif dan kecepatan proses penuaan, sementara gaya hidup, aktivitas fisik, asupan nutrisi, dan pengelolaan stres turut memengaruhi ekspresi gen sepanjang kehidupan.
Selain kesehatan fisik dan mental, fungsi kognitif menjadi aspek krusial dalam penuaan yang sehat. Fungsi kognitif yang terjaga memungkinkan lansia untuk tetap berpikir jernih, mengambil keputusan secara mandiri, beradaptasi dengan perubahan, serta mempertahankan peran sosialnya di lingkungan keluarga dan masyarakat. Upaya menjaga fungsi kognitif juga berperan dalam menurunkan risiko demensia, disabilitas, serta ketergantungan di usia lanjut.
Produktivitas pada usia lanjut memiliki nilai strategis bagi individu dan masyarakat. Lansia yang tetap aktif dapat berkontribusi melalui pengalaman, pengetahuan, dan kearifan yang dimiliki, baik dalam kegiatan sosial, ekonomi, maupun sebagai panutan bagi generasi muda. Kondisi ini berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tengah meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.
ASM 2026 diselenggarakan dalam bentuk seminar ilmiah hybrid pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa sarjana dan pascasarjana, dokter spesialis, dosen, peneliti, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan yang memiliki perhatian dan keterlibatan dalam bidang kesehatan lansia. (jat)
