JAKARTA,BERNAS.ID – Sebagai bentuk pertanggung jawaban akademik kampus unggul Universitas Borobudur menyelenggarakan International Conference ke 6.
Kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2020, dan ini sudah keenam (6) kalinya, secara berturut-turut digelar. Universitas Borobudur dipercaya menggelar kegiatan ini, karena menjadi kampus yang mempunyai akreditasi unggul.
Direktur Program Pascasarja Universitas Borobudur, Faisal Santiago mengakui, belum ada kampus lain yang secara rutin menyelenggarakan kegiatan international conference setiap semester nya, untuk semester genap “International Conference on Law, Social Science, Economics, and Education (ICLSSEE), sedangkan untuk semester ganjil nya “Multidisciplinary Internasional Confrence (MIC).
Para pembicara dari beberapa negara yang sudah bersedia; Tatiana Suplicy Barbosa, Ph.D – Lawyer and Professor at UniFael, Brazil, KOMJEN POL. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si. – Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Indonesia, Dr. Rowena A. Pila – Rizal Technological University, Phillipines, Suma Parahakaran, Ph.D – INTI International University, Malaysia, Prof. Dr. Hardani Widhiastuti, M.M., Psikolog – Universitas Semarang, Dr. Roma Nova Cahyati Poetry, SE, MAB dari Universitas Borobudur.
Prof Bambang Bernanthos, sebagai Rektor Universitas Borobudur, selalu mensupport kegiatan international, yang berlangsung setiap semester nya, dan hal itu dibuktikan dalam kehadirannya dalam kegiatan tersebut tiap tahunnya.
Konferensi Internasional ke-6 tentang Hukum, Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Pendidikan (ICLSSEE 2026) melanjutkan perannya sebagai platform internasional terkemuka untuk dialog akademis interdisipliner, yang menyatukan para cendekiawan, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi untuk mengatasi tantangan kompleks yang muncul dari transformasi global yang cepat.
Baca Juga :Pascasarjana Universitas Borobudur Menyelenggarakan Multidisipline International Conference ke 5
Konferensi ini bertema “Menavigasi Perubahan Global: Keragaman, Kesetaraan, Inklusi, dan Keberlanjutan,” yang mencerminkan kebutuhan mendesak akan pendekatan kolaboratif dan terintegrasi dalam menanggapi transformasi sosial, ekonomi, hukum, dan pendidikan baik di tingkat global maupun nasional. Di era yang ditandai dengan percepatan globalisasi, disrupsi teknologi, tekanan lingkungan, dan pergeseran dinamika sosial, keempat prinsip ini telah menjadi pusat dalam membentuk masyarakat yang tangguh, adil, dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini wajib diikuti semua mahasiswa Pascasarjana tanpa terkecuali, atmosfer akademik selalu ditumbuhkan bagi mahasiswa pascasarjana terutama menulis dimana tulisan tersebut nanti nya akan di presentasikan dan di publish ujar Prof Faisal Santiago.(FIE)
