BANTUL, BERNAS.ID– Mahasiswa KKNT Universitas Alma Ata mengadakan kegiatan cek kesehatan gratis di Posyandu Salak, Desa Bakal Dukuh. Kegiatan ini diikuti oleh warga yang ingin mengetahui kondisi kesehatannya secara langsung.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi cek berat badan (BB), pengukuran tekanan darah (tensi), serta pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Warga mengikuti pemeriksaan secara bergantian sesuai antrean. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, hipertensi menjadi kondisi yang paling banyak ditemukan dibandingkan hasil pemeriksaan lainnya.
Setelah melakukan pemeriksaan, warga tidak langsung pulang. Mereka terlebih dahulu mengikuti sesi konseling singkat terkait hasil pemeriksaan masing-masing. Pada sesi ini, mahasiswa bersama tenaga pendamping menjelaskan arti dari hasil yang diperoleh, memberikan saran sederhana mengenai pola makan dan aktivitas fisik, serta menyarankan pemeriksaan lanjutan ke fasilitas kesehatan jika diperlukan.
Konseling ini membantu warga memahami kondisi kesehatannya secara lebih jelas.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dan konseling selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan edukasi mengenai Penyakit Tidak Menular (PTM). Materi dipaparkan oleh dosen Farmasi Universitas Alma Ata, Ibu Apt. Mitha Dwipuspitasari, M.Farm.
Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan faktor risiko PTM seperti pola makan tinggi garam dan gula, kurang aktivitas fisik, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mencegah komplikasi.
Pada sesi diskusi, salah satu warga, Anastasia (63 tahun), terlihat aktif bertanya mengenai kondisi kesehatannya serta manfaat daun salam untuk PTM.“Kalau diminum rutin, daun salam ini bisa membantu menurunkan tekanan darah ya? Dan apakah aman kalau diminum setiap hari?” tanyanya.
Pertanyaan tersebut dijawab dengan penjelasan bahwa daun salam dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pendamping untuk membantu mengontrol tekanan darah dan gula darah. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan tidak menggantikan obat yang telah diresepkan tenaga kesehatan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demo pembuatan etnomedisin berupa teh herbal dari daun salam. Mahasiswa memperagakan cara merebus daun salam dengan takaran yang tepat serta cara penyajiannya agar dapat dikonsumsi dengan aman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga Desa Bakal Dukuh semakin memahami pentingnya deteksi dini dan pencegahan PTM, terutama hipertensi yang cukup banyak ditemukan dalam pemeriksaan kali ini. (*)
