SLEMAN, BERNAS.ID – Tim dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan konseling kesehatan bagi kader Posyandu di Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman.
Kegiatan ini resmi dibuka pada 2 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga bulan Mei 2026.
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memberikan edukasi dan konseling kesehatan kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung implementasi program Integrasi Layanan Primer (ILP) di tingkat komunitas.
Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan promotif dan preventif kepada berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, remaja, hingga lansia.
Ketua tim kegiatan, Prof. Dr. Tri Siswati, SKM, M.Kes beserta beberapa dosen dan mahasiswa menjelaskan, bahwa kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat sehingga perlu didukung dengan peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan.
“Kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Karena itu mereka perlu dibekali keterampilan komunikasi dan konseling yang baik agar pesan kesehatan dapat diterima masyarakat secara lebih efektif,” ujarnya.
Melalui kegiatan pengabdian ini, para kader mendapatkan pelatihan mengenai komunikasi interpersonal, konseling kesehatan berbasis siklus kehidupan, serta peningkatan pengetahuan tentang berbagai masalah kesehatan Masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, sehingga kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas di wilayah tersebut.
Sementara itu, Lurah Sumberadi, Drs. Hadi Sunyoto, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan ini.
Ia mengaku sangat senang dengan adanya program pelatihan tersebut, karena dinilai dapat meningkatkan kapasitas kader Posyandu sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Baca Juga : Tim PKM FT UGM Kaji Pengembangan Kawasan Wisata Bukit Pangul Bantul
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena dapat membantu kader Posyandu meningkatkan kemampuan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada warga,” katanya.
Melalui program ini, tim pengabdian menargetkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan konseling kesehatan, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan Posyandu.
Kedepan, model pelatihan ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain untuk memperkuat peran kader Posyandu sebagai ujung tombak layanan kesehatan primer di masyarakat. (*/cdr)
