SEMARANG, BERNAS.ID — Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D., memberikan motivasi dan pembekalan strategis kepada siswa dan guru SMA Negeri 3 Semarang dalam kegiatan bertajuk “Strategi Publikasi Menembus Jurnal Ilmiah Bereputasi: Membangun Fondasi Berpikir Ilmiah Sejak Dini.”
Materi ini menekankan pentingnya membangun budaya riset, menulis ilmiah, serta menargetkan publikasi secara bertahap dan realistis, mulai dari level nasional hingga jurnal internasional bereputasi.
Kegiatan yang diselenggarakan di SMA Negeri 3 Semarang pada Rabu, 11 Maret 2026, diikuti oleh 40 siswa dan 8 guru SMA Negeri 3 Semarang.
Melalui sambutannya, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Semarang, Rusmiyanto SPd MPd mengemukakan bahwa kegiatan ini penting agar siswa dan guru dapat “naik kelas” melalui publikasi, selain untuk meningkatkan kualitas dan daya saing di kancah internasional. Bagaimanapun, publikasi hasil riset dan kegiatan belajar mengajar perlu dibudayakan dan dibiasakan sejak dini.

Dalam paparannya, dr. Dito menegaskan bahwa penelitian bukan monopoli laboratorium besar, melainkan dapat berangkat dari pertanyaan sederhana di sekitar kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak peserta untuk mengubah pola pikir dari sekadar ingin “tembus jurnal” menjadi semangat berbagi ilmu dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Materi yang disampaikan mencakup fondasi berpikir ilmiah, struktur penulisan IMRAD, strategi memilih jurnal yang sesuai, pemahaman jenjang SINTA dan kuartil Scopus, pentingnya integritas akademik, proofreading, hingga cara mengenali jurnal predatori.
Dalam sesi tersebut, dr. Dito juga menekankan bahwa publikasi ilmiah adalah proses bertahap. Menurutnya, siswa dan guru perlu memulai dari tema yang dekat dengan konteks sekolah dan kearifan lokal, lalu mengolahnya dengan pendekatan ilmiah yang terstruktur agar memiliki nilai kebaruan dan daya tarik yang lebih luas.
Pesan ini sejalan dengan isi materi presentasi yang menampilkan peta jalan publikasi dari pemula hingga peneliti internasional, termasuk pentingnya konsistensi topik, kesiapan menerima proses review, dan menjaga reputasi akademik sejak dini.
Wakil Kepala SMA Negeri 3 Semarang, Saroji, menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan.
“Terimakasih Dokter Dito, atas waktu dan kesempatan berbagi ilmu tentang Strategi Publikasi Menembus Jurnal Ilmiah untuk Guru dan Murid SMAN 3 Semarang. Paparan materi yang Dokter Dito sampaikan sangat bermanfaat bagi kami untuk pengembangan program sekolah riset dan memberi pengalaman baru bagi murid-murid kami, yang harapannya terinspirasi dan termotivasi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang penelitian,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari penguatan ekosistem sekolah riset di SMA Negeri 3 Semarang. Melalui pembekalan ini, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pembelajar aktif, tetapi juga calon penulis muda yang mampu mengangkat isu-isu lokal menjadi karya ilmiah berkualitas.
Sementara itu, para guru didorong untuk terus mengambil peran sebagai pembimbing riset, navigator akademik, dan penggerak budaya ilmiah di lingkungan sekolah.
Secara lebih luas, kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dapat menjadi jembatan penting dalam menumbuhkan generasi muda yang kritis, kreatif, dan siap berkompetisi di tingkat nasional maupun global.
Dengan fondasi riset yang kuat, keberanian menulis, dan integritas akademik yang terjaga, publikasi ilmiah bukan lagi sesuatu yang jauh, melainkan sebuah langkah nyata menuju masa depan pendidikan Indonesia yang lebih unggul. (*)
