YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Panggung kuliner tradisional Yogyakarta kembali bergemuruh. Dalam peringatan Hari Jadi ke 271 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ajang bergengsi Lomba Tumpeng Kreasi Lauk Khas Yogyakarta yang digelar di Kantor Gubernur DIY, Kepatihan, Kamis (9/4/2026), melahirkan bintang baru: Nafa Moza Mahesa Ayu.
Putri tunggal dari lima bersaudara pasangan Anistria Febriani dan Oki Sasongko yang merupakan pemilik Gudeg Yu Djum Pusat ini sukses menyabet Juara Pertama, sekaligus mengangkat Piala Gubernur DIY berkat inovasi tumpeng berbasis gudeg yang memukau.
Karya Nafa Moza bukan sekadar sajian, melainkan sebuah pernyataan: perpaduan estetika modern dengan cita rasa autentik Jawa yang tak tergantikan.
Baca Juga : Sultaf Restaurant: Jembatan Kuliner Pakistan-Yaman yang Hadirkan Rasa Asli di Jogja
Pesona Generasi Penerus Kuliner Ikonik
Sebagai penerus Gudeg Yu Djum Pusat, ikon kuliner Yogyakarta yang melegenda, Nafa Moza menunjukkan bahwa tradisi bisa bertransformasi menjadi tren.
Sejak kecil ia telah akrab dengan dunia kuliner, aktif mengikuti berbagai kompetisi, dan kini meneguhkan langkahnya menuju cita-cita menjadi Chef profesional dengan rencana melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung.
“Saya ingin membawa gudeg ke level yang lebih luas, tidak hanya sebagai makanan tradisional, tetapi juga sebagai produk kreatif yang bisa diterima generasi muda,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Apresiasi Dewan Juri
Karya Nafa Moza dinilai unggul dari segala aspek: konsep, rasa, teknik penyajian, hingga keberhasilan mengangkat identitas kuliner lokal dalam balutan inovatif.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi upaya nyata menjaga warisan kuliner Yogyakarta agar tetap hidup dan berkembang,” ungkap salah satu juri.
Momentum Gastronomi Yogyakarta
Ajang ini bukan hanya kompetisi, melainkan tonggak penting regenerasi pelaku kuliner.
Kemenangan Nafa Moza memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata gastronomi unggulan Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa kuliner tradisional memiliki daya saing tinggi di era modern.
Dengan semangat muda dan visi besar, Nafa Moza tak hanya menjaga warisan keluarga, tetapi juga membuka jalan baru bagi gudeg untuk mendunia. (cdr)
