JAKARTA, HarianBernas.com ? Basarnas mengaku ada sejumlah titik longsor di Ponorogo yang belum disisir oleh tim SAR gabungan. Hal ini mempertimbangkan kondisi medan yang sulit dan berbahaya.
Komandan Tim Basarnas Asnawi mengungkapkan salah satu titik yang belum disentuh adalah daerah aliran sungai yang berada di bawah lokasi longsor utama.
“Kami bukan tidak mau, tapi kondisinya memang cukup berbahaya, itu kan ada cerukan yang cukup dalam, sedangkan di atasnya masih ada material longsor yang labil,” terang Asnawi, Jumat (7/4/17).
Ia mengungkapkan alat berat yang ada tidak memungkinkan untuk menjangkau dan menyisir lokasi itu karena dikhawatirkan akan terjebak dan membahayakan tim evakuasi. Daerah aliran sungai di Desa Banaran ini diduga terdapat korban karena posisinya tepat berada di lokasi 12 warga yang sedang memanen jahe.
Lebih lanjut, ia menyatakan tim gabungan memfokuskan pencarian korban di empat titik dari sektor A hingga D. Sektor D adalah lokasi tambahan yang baru ditentukan pada Kamis (6/4/17). Di sektor D, tim bertugas mengarahkan aliran air ke jalur sungai yang sebenarnya. Karena potensi banjir bandang cukup besar, intensitas hujan tinggi.
Kepala Pos Basarnas Trenggalek ini menerangkan di wilayah sektor D terdapat sejumlah rumah penduduk yang rawan terdampak banjir apabila tidak dilakukan pengalihan jalur air.
Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (1/4/17). Akibatnya 28 orang dinyatakan hilang tersapu longsor. Hingga hari ini baru tiga korban yang berhasil ditemukan, sedangkan 25 sisanya masih dalam pencarian.
Baca Juga Polres Ponorogo: Sistem Buka Tutup Jalan Menuju Lokasi Longsor, Ini Alasannya
