HarianBernas.com – Danang Firdaus yang merupakasan seorang pemegang gelar Master di bidang bisnis dari Monash University ia memiliki segudang ide startup yang tak kunjung ia wujudkan. Ia pernah memiliki ide untuk membuat situs pemesanan tiket pesawar secara online hingga layanan ojek on deman. Namun belun ada satu pun dari ide yang ia miliki tersebut yang kemudian ia teruskan menjadi bisnis nyata.
Namun, Danang mengatakan bahwa kini ketika Traveloka dan GO-JEK telah menjadi startup yang sangat besar, saya baru menyadari bahwa kedua bisnis tersebut ternyata bisa berjalan di Indonesia.
Hal iitulah yang menjadi dasar bagi Danang, ketika telah mendapatlan ide pada tahun 2016 yang lalu di bidang ksehatan kemudian pada saat ini ia bertekad untuk mewujudkannya.wujud dari ide tersebut yakni dengan lahirnya sebuah aplikasi yang diberi nama Medika App.
Founder Medika App tak punya latar belakang di bidang kesehatan
Medika App merupakan sebuah aplikasi yang dapat memudahkan Anda untuk mencari dokter berdasarkan lokasi dan keahlian yang mereka miliki. Selain itu, melalui aplikai tersebut Anda juga bisa mengatur jadwal untuk bertemu dengan dokter tersebut.
?Ide ini muncul ketika saya melihat banyak pasien yang harus menunggu berjam-jam hanya ingin bertemu dengan seorang dokter?, ujar Danang.
Beberapa kali ia tela mednirikan bisnis. Empat tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2013, ia telah membuat sebuah salon perawatan mobil yang bernama MisterShine dan menjalankan bisnis milik keluarganya.
Dalam mengembangkan bisnis MedikaApp, Danang menggandeng kakak kandungnya sendiri yang merupakan lulusan dari jurusan Sistem Informatika Bina Nsantara (Binus). Kakak Danang bernama Danung Satrio Wicaksono. Danang tidak hanya menggandeng kakaknya saja, tetapi ia juga mengajak dua orang teman kuliah sang kakak di Binus yang bernama Sukma Merdeka Bayuputra dan Dwinanto Firdaus.
Dari keempat orang yang menjadi rekan kerja yang dipilih Danang tersebut hanya Dwinanto lah yang sudah pernah bekerja di bidang kesehatan. Lebih dari empat tahun Dwinanto pernah bekerja sebagai developer di sebuah perushaan yang bernama International SOS.
Danang mengatakan bahwa walaupun mereka sama sekali tidak memiliki latar belakang di dunia kesehatan, namun kami mengembangkan bisnis ini melihat dari sudut pandang pasien. Kami ingin melakukan sesuatu ketika melihat sebuah kondisi dimana proses pertemuan antara dokter dan pasien saat ini sangat sulit.
Mengincar pendapatan dari mitra klinik dan rumah sakit
Sampai dengan saat ini, Media App mengklaim bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan empat puluhan mitra, baik berupa klinik maupun rumah sakit. Kini data-data dari para dokter yang bekerja di instransi-instansi kesehatan tersebut sudah tersedia dalam aplikasi Medika App. Tetapi sayangnya, Medika App saat ini baru bisa melayani para penggna yang berada di wilayan Jabodetabek saja.
Bagi Anda yang menggunakan layanan aplikasi ini, para pengguna tidak akan dikenakan biaya tambahan. Namun Medika App hanya melakukan monetisasi dengan cara mengenakan biaya bulanan kepada para instansi kesehatan yang bekerja sama untuk penggunaan software pengatur jadwal pertemuan dengan Medika Connect.
Danang mejelaskan bahwa untuk satu tahun ke depan pihaknya akan menggatiskan biaya bulanan tersebut. Dan kami juga masih akan terus membangun bisnis ini bersama dengan para klinik dan rumah sakit.
Sampai dengan saat ini, dana yang digunakan untuk menjalankan bisnis Medika App ini masih berasal dari dana pribadi para founder atau bootsrap. Kini mereka sudah memiliki sebanyak 25 karyawan yang mayoritas adalah developer dan tim sales.
Kesulitan menggaet mitra
Danang mengaku bahwa ia tidak terlalu khawatie dengan keberadaan beberapa aplikasi kesehatan lain seperti Halodoc. Ia menilai bahwa masing-masing aplikasi tersebut memiliki fokus yang berbeda-beda.
?Dalam mengembangkan aolikasi Medika App sendiri kamu lebih berfokus untuk mempertemukan antara dokter dengan pasien secara langsung bukan hanya menghubungkannya di dalam aplikasi?, jelas Danang.
?Dalam mengembangkan bisnis Medika App ini, kendala yang cukup menantang bagi kami adalah terkait dengan menggaet klinik dan rumah sakit sebagai mitra. Bahkan beberapa dari karyawan kami terkadang lebih memilih untuk menunggu sampai ada cukup banyak instansi kesehatan lain yang ingin bergabung. Masalah ini sama halnya dengan polemik mana yang lebih dahulu muncul antara telur dan ayam?, jelas Danang.
Danang mengatakan bahwa masalah ini dapat kami atasi secara bertahap, seperti yang ditunjukkan dengan bergabungnya Columbia Asia Hospital sebagai mitra kami.
?Tidak hanya itu saja, Media App saat ini sedang berupaya untuk mendorong para pengguna supaya tidak mengunduh aplikasi tersebut ketika sedang membutuhkan saja. Karena hal tersebut bisa kemungkinan akan membuat pengguna kesulitan ketika harus mengisi formulir pendaftaran, dimana formulir tersebut memang dibuat menyerupai dengan formulir di rumah sakit.
Oleh karena itu, Medika App berusaha memancing para pengguna dengan menghadirkan artikel seputar kesehatan dan kecantikan, hingga informasi promo produk-produk kesehatan.
