YOGYA, BERNAS.ID– Potensi longsor di sejumlah daerah di DIY pascabencana longsor di Gunungkidul, Rabu (6/3/2019), perlu diupdate. Pendataan dan pembaruan tersebut penting dilakukan untuk menghindari korban.
Kepala Pelaksan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Biwara Yuswantara berharap agar kabupaten/kota, terutama Gunungkidul, melakukan kajian dan pendataan terhadap potensi bencana rawan longsor setelah peristiwa pada Rabu lalu.
“Ini penting dilakukan karena ada beberapa warga yang membutuhkan relokasi karena tanah di atas rumahnya tidak stabil, rawan longsor,” katanya, Minggu (10/3/2019).
Biwara meneruskan, kajian terhadap potensi longsor di daerah masing-masing bertujuan untuk mengeluarkan kebijakan lanjutan terkait tingkat ancaman yang harus diwaspadai. Termasuk mitigasi bencana yang cocok dan dibutuhkan.
“Apakah rekomendasi direlokasi atau tidak? Ini membutuhkan kajian. Pendataan juga dibutuhkan untuk menginventarisasi kawasan rawan dan pemukiman warga,” katanya.
Hingga kini, menurut Biwara, Pemkab Gunungkidul masih membahas upaya pemulihan pascabencana. Pasalnya selain mengalami banjir, sejumlah kecamatan di Gunungkidul juga mengalami longsor. Dia berharap agar masyarakat di daerah rawan longsor harus mencermati kembali lingkungannya.
“Kemarin ada satu rumah yang rata dengan tanah. Beruntung, pemilik rumah yang tinggal di bawah lereng menyadari saat ada tanda-tanda longsor langsung menyelamatkan diri,” katanya.
Selain perbukitan curam, rumah yang berada di bawah area persawahan juga perlu meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya dengan mengecek kondisi tanah. Kontur tanah yang miring tajam apalagi ada retakan, sangat beresiko longsor.
“Jangan merasa aman. Sebab kondisi lingkungan bisa berubah seiring kelembaban dan kandungan air di dalam tanah. Kalau kandungan air tinggi, terdapat rekahan, potensi longsor tinggi,” katanya.
Data BPBD DIY menyebutkan, bencana hidrometeorologi pada Rabu (6/3) mengakibatkan banjir, tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah wilayah, yang berdampak pada 89 KK di Gunungkidul. Terjadi tanah longsor (di 52 titik), banjir dan genangan (30 titik), pohon tumbang (1 titik), rumah rusak (28 unit), akses jalan rusak (29 titik), dan jembatan rusak (4 titik). (den)
