SLEMAN, BERNAS.ID – Kabupaten Sleman meluncurkan program inovasi untuk penanggulangan stunting bernama Pecah Ranting Hiburane Rakyat. Nantinya, selama 90 hari, ibu hamil atau balita yang menjadi sasaran akan disuplai makanan tambahan berupa bahan lauk yang mengandung protein hewani.
Kepala Dinas Kesehatan, Joko Hastaryo menjelaskan bahan lauk yang mengandung protein, yaitu ikan, ayam, telur, dan olahannya. Peluncuran progam ini tak lepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi turunnya kemampuan ekonomi rakyat.
“Pecah Ranting Hiburane Rakyat itu merupakan kependekan dari Pencegahan Rawan Stunting Hilangkan Gizi Buruk Tingkatkan Ekonomi Rakyat,” jelasnya, Jumat (25/6/2021).
Joko menjelaskan, program ini merupakan pengembangan dari program tahun sebelumnya, Pecah Ranting yang telah ditetapkan dalam Perbup Nomor 27 Tahun 2019 tentang Program Percepatan Penanggulangan Stunting. “Peningkatan ekonomi ini juga merupakan komitmen serta visi misi dari Bupati Sleman,” ucapnya.
Untuk mendapatkan makanan tambahan tersebut, Joko mengatakan akan disalurkan di Warung Sembada yang ada di setiap desa. Menu gizi makanan tambahan akan disesuaikan ahli gizi dan Dinas Kesehatan Sleman.
Baca Juga : Stunting di Tengah Covid-19, Wapres: Pemerintah Daerah Harus Inovatif
Bupati Sleman, Kustini akan mendukung penuh program inovasi penanggulangan stunting. Program ini merupakan salah satu contoh inovasi usaha penanggulangan stunting yang terintegrasi.
“Dinas Kesehatan sebagai leading sektor, dibantu oleh Dinas Sosial sebagai sektor yang memiliki anggaran untuk pembiayaan pemberian makanan tambahan, dan mempunyai binaan warung-warung yang membantu penyaluran makanan tambahan,” katanya.
Kustini berharap dengan adanya program ini akan menurunkan angka stunting di Kabupaten Sleman. Selain itu, ekonomi masyarakat nantinya juga bisa meningkat. (jat)
