Bernas.id – Pakaian adat yang berasal dari Sumatera Barat pasti memiliki warna cerah dan mencolok yang menambah anggun pemakainya. Bukan hanya dipergunakan untuk acara pernikahan, pakaian adat ini sudah menjadi umum untuk acara resmi lainnya. Pakaian ini sebagai simbol pentingnya seorang ibu dalam rumah tangga. Rumah Gadang adalah rumah adat Sumatera Barat sehingga wajar jika menjadi motif dan corak dalam pakaian adatnya.
Daftar Isi :
- Pakaian Adat Sumatera Barat
- Batusangkar
- Baju Batabue
- Limpapeh Rumah Nan Gadang
- Lambak
- Pakaian Penghulu
- Busana Pernikahan
- Tingkuluak Balapak
- Deta Kepala
- Sasampiang
- Aksesoris Pelengkap
Oleh karena itu, anda perlu mengenal lebih jauh apa saja pakaian adat Sumatera Barat dan aksesoris yang dipakai. Apa lagi kamu terlahir dari sana atau besar di sana, jadi sangat wajib untuk menjaga dan melestarikan pakaian adat ini.
Pakaian adat Sumatera Barat mencerminkan kekayaan budaya yang harus dilestarikan. Dengan Sertifikasi Kepala Bagian Pelatihan dan Pengembangan SDM, Anda dapat mengelola pelatihan tenaga kerja di industri tekstil, memastikan keahlian dalam pembuatan busana adat tetap terjaga.
Baca juga: 8 Jenis Pakaian Adat Sumatera Utara Berdasarkan Suku yang Ada
Pakaian Adat Sumatera Barat

Berikut adalah jenis pakaian adat asli Sumatera Barat yang akan penulis paparkan. Yuk sumac terus sampai bawah!
1. Batusangkar
Nama pakaian adat ini diambil dari salah satu kota di Sumatera Barat. Bentuk pakaiannya berupa karung dan songket, dimana pada bagian tangan dan leher ada sulaman emas. Sementara pada pria memakai celana panjang dan kain songket pada tubuhnya. Bagian tangan dan leher si border dengan benang emas. Pada bagian kepala menggunakan topeng yang dikenal dengan Saluak.
Baca juga: Inilah 7 Jenis Pakaian Adat Riau Unik dan Elegan Dilihat
2. Baju Batabue
Berbeda dengan Batusangkar yang warnanya mencolok, Batabue justru memiliki warna yang lebih gelap seperti merah, biru, hitam, dan lembayung. Tiidak lupa ditaburi benang emas sehingga berkilau jika dilihat. Benang emas ini bermakna penunjuk kekayaan alam Minangkabau.

3. Limpapeh Rumah Nan Gadang
Pakaian adat ini khas dari Minangkabau yang identik dengan hiasan kepala seperti atap rumah adat Gadang Sumatera Barat. Makna pakaian ini yaitu wanita terkhusus istri dan ibu sangat penting untuk memperkokoh dan menyeimbangkan hubungan keluarga.

Baca juga: Pakaian Adat Kalimantan Utara, Ta’a dan Sapei Sapaq’ yang Indah
4. Lambak
Lambak adalah pakaian adat untuk bawahan Limpapeh Rumah Nan Gadang.Bahan yang dipakai yaitu kain songket yang memiliki beragam motif khas Sumatera Barat. Kain ini dililitkan pada pinggang da nada belahan di bagian depan, belakang, atau samping. Warna yang dipilih juga menyesuaikan atasannya yaitu Limpapeh Rumah Nan Gadang. Warna dominannya yaitu emas, cokelat, maupun merah.

5. Pakaian Penghulu
Pakaian ini tidak sembarangan dipakai oleh orang, melainkan hanya untuk pemangku adat. Atasan pakaian ini yaitu Teluk Belanga dari kain beludru dan penutup kepala yang dikenal dengan Deta. Warna yang dikenakan yaitu hitam, sebagai lambang kepemimpinan.
Baca juga: 7 Ragam Pakaian Adat Yogyakarta, Kaya Makna Filosofis
6. Busana Pernikahan
Dalam acara pernikahan, mempelai akan menggunakan pakaian penghulu dan bundo kanduang warna merah. Aksesoris yang dikenakan cukup banyak, bagi perempuan yaitu ada selendang, gelang, kalung, mahkota, dan lainnya.
7. Tingkuluak Balapak
Balapak atau selendang ini merupakan pelengkap dari pakaian adat Bundo Kanduang. Makna yang tersimpan yaitu wanita yang telah bersedia untuk melanjutkan garis keturunan dengan menikah.Selendang ini dipakai oleg wanita yan sudah berumur dan sebagai tanda siap menikah. Bahan yang dipakai yaitu kain songket maupun kain basahan hitam dan hijau lumut. Kainnya bermotif kotak kecil-kecil dan bagian ujungnya dilapisi benang emas.

Baca juga: Keunikan Rumah Adat Sumatera Utara: Ciri Khas, Nilai Filosofis
8. Deta Kepala
Ini termasuk pakaian adat pria di Sumatera Barat. Deta kepala adalah penutup kepala uang pemakaiannya dengan dililitkan di kepala dan memiliki bentuk lancip. Deta dipalai pada saat acara pernikahan. Selain itu, Deta juga memiliki tingkatan yang membedakan status sosial atau marga.Jika terlihat memang cukup sederhana tapi cukup menambah keindahan bagi yang memakainya.

9. Sasampiang
Sasampiang atau selendang adalah aksesoris untuk pelengkap untuk pria dalam pakaian adat Sumatera Barat. Memiliki warna dominan merah yang berarti keberanian. Terdapat motif berupa benang warna-warni yang memiliki makna kaya ilmu pengetahuan. Cara memakainya yaitu dengan disilangkan pada bagian bahu pria. Sesampiang memiliki beragam corak sehingga akan menambah nilai estetika bagi yang memakainya.

10. Aksesoris Pelengkap
Kurang afdol jika pakaian adat tanpa aksesoris. Dalam kepentingan sebuah acara tertentu, perempuan Minang biasa memakai kalung atau dukuah, galang atau gelang tangan yang menambah daya tarik tersendiri untuk dilihat. Selain itu aksesoris ini juga mampu meninggikan martabat perempuan.
Sementara bagi pria biasa menambahkan tongkat dan keris untuk melengkapi pakaian adat yang dipakai. Cara memakai keris ada yang digenggam dan ada pula yang disisipkan pada pinggang. Sedangkan untuk tongkat berfungsi sebagai penunjuk jalan. Makna yang terselip pada tongkat ini yaitu sebagai bentuk wujud kepemimpinan seorang pria dan memiliki tanggung jawab yang harus diemban serta amanah besar yang harus dijalankan.
Baca juga: Keunikan 5 Rumah Adat dari Provinsi Sulawesi Selatan, Tiap Suka Punya Jenis dan Nama Tersendiri
Agar pakaian adat Sumatera Barat lebih dikenal, optimasi pencarian digital sangat penting. Dengan AI Powered SEO, bisnis Anda bisa muncul di halaman teratas pencarian Google, menarik lebih banyak pelanggan.
Nah, apakah anda sudah memiliki gambaran mengenai pakaian adat Sumatera Barat dan aksesorisnya? Tentunya masih ada lagi berbagai jenis pakaian adat yang belum tercantum di sini. Semoga sedikit informasi dalam artikel ini bisa menambah wawasan kalian.
Kembangkan Bisnis Busana Adat dengan Inovasi dan Pendidikan yang Tepat
Menjalankan usaha busana adat membutuhkan strategi yang tepat. Di program studi Kewirausahaan Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) Anda akan belajar mengembangkan produk budaya, membangun brand, dan memahami pemasaran digital agar bisnis Anda semakin maju
Dengan Beasiswa PBL, Anda bisa kuliah gratis sambil mengembangkan bisnis berbasis budaya, baik melalui platform online seperti e-commerce maupun secara langsung.
Tertarik mengembangkan usaha berbasis budaya seperti busana adat Sumatera Barat? Bergabunglah dengan PMB UNMAHA dan pelajari strategi bisnis yang tepat. Informasi lebih lanjut bisa Anda dapatkan melalui WhatsApp PMB untuk memulai langkah Anda.
Peluang Bisnis Elektronik untuk Mendukung Industri Kreatif
Dalam dunia bisnis modern, perangkat elektronik seperti laptop dan gadget sangat dibutuhkan, termasuk dalam industri kreatif seperti desain busana adat. Adolo menawarkan peluang bagi Anda untuk menjadi reseller produk elektronik dengan sistem yang mudah dan menguntungkan.
Bergabunglah di Adolo dan mulai bisnis dengan strategi pemasaran digital yang efektif. Dengan jaringan pasar yang luas, Anda bisa mendapatkan keuntungan besar tanpa harus menyimpan stok barang. [4]
