YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Suyana mengatakan, lorong sayur yang tersebar di berbagai wilayah Kota Jogja terbukti sangat bermanfaat bagi warga di saat pandemi seperti sekarang ini.
“Keberadaan lorong sayur ini biasanya dikelola oleh kelompok wanita tani dan gabungan kelompok tani yang tersebar di kelurahan di Kota Jogja,” kata Suyana, Jumat (15/10/2021).
Ia menjelaskan, saat ini terdapat ratusan kampung sayur yang ada di wilayah Jogja. Ini merupakan hasil inisiatif dari warga masyarakat setempat.
“Pada 2019, terdapat 93 kampung sayur dan 32 lorong sayur. Jumlah tersebut berkembang menjadi 111 kampung sayur dan 52 lorong sayur pada 2020,” jelasnya.
Baca juga: Ada Kampung Sayur di Jogja Loh, Salah Satunya Kampung Karangsari
Kelurahan Bausasran Kemantren Danurejan yang belakangan ini semakin dikenal karena adanya kampung sayur yang berhasil mengimplementasikan konsep urban farming. Salah satu kelompok tani yang masih eksis di wilayah itu adalah kelompok Tani Bustan Adi.
Ketua Kelompok Tani Bustan Adi, Sumartinah menjelaskan, kelompok ini berdiri sejak Februari 2019 lalu. Awalnya anggota kelompok tidak berani menanam produk pertanian di pinggir jalan.
“Takut kalau nantinya mengganggu pengguna jalan. Setelah mendapat izin dari pemerintah, akhirnya baru berani untuk menanam di pinggir jalan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, Kelompok Tani Bustan Adi memiliki anggota kurang lebih sebanyak 20 orang. Mereka memanfaatkan pekarangan rumah dan lokasi di pinggir jalan, rumah atau gang perumahan untuk bercocok tanam.
“Pemkot Jogja juga memberikan dukungan, seperti pembagian bibit tanaman, selain itu kami juga kerap diberikan pelatihan melalui program pekarangan pangan lestari,” imbuhnya.
Menurutnya, ada berbagai tanaman yang dikelola, umumnya adalah sayuran misalnya seperti kangkung, sawi, cabai, dan bayam. Hasil panennya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan anggota sendiri, tetapi juga dijual kepada warga sekitar yang membutuhkan dengan harga yang lebih murah.
“Untuk kegiatan perawatan lorong sayur dibagi jadwal agar setiap harinya ada yang bertanggung jawab untuk mengelola lorong sayur tersebut,” tandasnya. (den)
