JAKARTA, HarianBernas.com ? Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menyampaikan masalah pembubaran kegiatan beribadah di Sasana Budaya Ganesha Institut Teknologi Bandung sudah selesai. Sejumlah pihak sudah melakukan mediasi dan menemukan solusi atas masalah tersebut.
“Sudah selesai dengan adanya musyawarah antara para tokoh,” kata Boy, Sabtu (10/12/16).
Menurutnya penyelesaian masalah itu tidak harus selalu berakhir di kantor polisi. Konflik yang terjadi di tengah masyarakat bisa diselesaikan dengan cara ?restorative justice.? Sebelumnya, Kapolrestabes Bandung Kombes Winarto menggelar pertemuan dengan Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) dan perwakilan panitia acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Jumat (9/12/16).
Pada kesempatan tersebut sejumlah pihak membahas terkait pembubaran pelaksanaan Kebaktian Kebangunan Rohani Natal yang berlangsung pada Selasa (6/12/16) lalu. Para tokoh tersebut memutuskan penjadwalan ulang kegiatan serupa di tempat yang sama, yakni Sasana Budaya Ganesha ITB. Namun, pihak panitia belum memastikan waktu ibadah yang tertunda tersebut akan digelar kembali.
“Untuk masalah waktu dan kapan akan diadakannya, akan dikonfirmasikan lebih lanjut menunggu keputusan hasil rapat panitia penyelenggara KKR,” kata Boy.
Sebelumnya, acara kebaktian di Gedung Sasana Budaya Ganesha dihentikan setelah sejumlah massa mendatangi lokasi dan meminta acara tersebut dibubarkan. Massa yang datang adalah organisasi Pembela Ahlus Sunnah (PAS). Diungkapkan Ketua organisasi PAS, Muhammad Roin, melarang aktivitas ibadah keagamaan yang diselenggaran non-Muslim. Ia meminta agar KKR dipindahkan ke rumah ibadah sesuai dengan Surat Peraturan Bersama Tiga Menteri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006.
