HarianBernas.com – Australia tentunya bukanlah nama yang asing bagi kita karena letaknya yang berada tepat di sebelah selatan Indonesia. Negara yang menjadi asal dari hewan-hewan unik seperti kanguru dan koala ini ibukotanya terletak di Canberra.
Proses munculnya Canberra sebagai ibukota Australia sendiri ternyata merupakan hasil dari silang pendapat antara sesama rakyat Australia.
Sebelum menjadi negara federasi persemakmuran seperti sekarang, Australia terdiri dari beberapa daerah koloni yang dibentuk oleh para imigran Eropa. Dua dari sekian banyak koloni paling dominan di Benua Australia adalah New South Wales dan Victoria. Jika New South Wales beribukota di Sydney, maka ibukota Victoria bertempat di Melbourne.
Ketika pada abad ke-19 muncul wacana supaya koloni-koloni Australia membentuk federasi supaya bisa lebih mandiri dalam mengelola urusan domestiknya, salah satu hal yang menjadi sumber perdebatan adalah kota mana yang nantinya akan dijadikan ibukota federasi Australia. Baik New South Wales maupun Victoria sama-sama ngotot ingin menjadikan ibukotanya sendiri sebagai ibukota federasi Australia.
Karena masing-masing koloni bersikukuh dengan pendiriannya, akhirnya dipilihlah jalan tengah. Ibukota baru yang letaknya berada di antara Sydney dan Melbourne akan didirikan, di mana ibukota tersebut tidak lain adalah Canberra.
Selama Canberra masih belum selesai dibangun, Melbourne dijadikan ibukota federasi Australia untuk sementara waktu. Canberra akhirnya selesai dibangun pada tahun 1927 dan menjadi ibukota pemerintahan Australia hingga sekarang.
