HarianBernas.com – Lebah merupakan sejenis serangga yang hidup berkoloni (berkelompok). Lebah yang hidup berkelompok tersebut terdiri atas lebah ratu, lebah pekerja, dan lebah penjaga.
Lebah Ratu, yaitu lebah yang memiliki peran sebagai penghasil keturunan. Lebah Pekerja, yaitu lebah yang memiliki peran mencari makanan. Lebah Penjaga, yaitu lebah yang berperan untuk menjaga keamanan sekitar sarang tempat tinggalnya.
Lebah menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab. Sang Ratu Lebah merelakan dirinya bertambah gemuk dan setia untuk menghasilkan telur-telur lebah yang nantinya akan menjadi generasi lebah yang baru.
Lebah Pekerja sibuk berkeliaran mencari nektar bunga diberbagai tumbuhan. Nektar tersebut dibawa pulang ke sarang sebagai suplay persediaan makanan bagi semua lebah yang lainnya.
Lebah pekerja, bertugas tidak hanya sekadar berpatokan pada banyaknya makanan yang ia kumpulkan, tetapi ia pun juga sangat selektif dalam memilih makanannya. Makanan yang dipilih merupakan nektar bunga tertentu saja yang memiliki kualitas baik.
Sementara itu, lebah penjaga dengan setia menjaga sekitar sarangnya. Apabila ada pengganggu mendekat, lebah penjaga dengan sigap akan mempertahankan daerah teritorialnya.
Lebah penjaga siap mengorbankan dirinya demi melindungi lebah-lebah yang lainnya. Sebagian lebah penjaga lainnya memiliki peran sebagai pengasuh terhadap lebah-lebah yang masih muda dan membuat sarang yang kokoh.
Perilaku lebah di atas sangat unik. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari perilaku unik lebah sebagai pedoman dalam kehidupan ini. Setidaknya ada 8 (delapan) pelajaran yang bisa kita petik dari perilaku lebah.
1. Simbiosis mutualisme
Lebah, setiap kali ia mendatangi bunga untuk menghisap nektarnya, kaki-kaki mungilnya ikut menyebarkan serbuk sari. Artinya, di samping lebah mendapatkan keuntungan bagi dirinya, lebah juga memberikan manfaat bagi bunga untuk membantu terjadi proses penyerbukan pada bunga. Dengan demikian tumbuhan dapat menghasilkan buah. Proses saling menguntungkan ini disebut dengan simbiosis mutualisme.
Perilaku lebah tersebut memberikan petunjuk kepada kita bahwa sudah sepatutnya kita di dalam berinteraksi dengan sesama, tidak hanya mengambil keuntungan untuk diri sendiri, tetapi juga selalu memberikan keuntungan bagi orang lain.
2. Memilih yang baik untuk menghasilkan yang baik
Lebah, selalu memakan makanan yang baik dan menghasilkan produk yang baik pula. Lebah memakan sari bunga dengan kualitas baik dan kemudian menghasilkan madu yang berkualitas baik juga. Ini yang menjadi alasan madu dapat digunakan sebagai obat beberapa penyakit bagi manusia.
Pelaku lebah tersebut memberikan petunjuk bahwa kita agar senantiasa menghindari segala makanan dan rezeki yang tidak baik. Dengan kata lain rejeki dan makanan harus diperoleh dengan jalan yang benar sehingga makanan dan rezeki tersebut berguna bagi kehidupan.
3. Pembagian tugas
Seperti penjelasan di atas, setiap lebah memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Meskipun lebah memiliki peran berbeda-beda, kawanan lebah hanya memiliki satu tujuan yang sama.
Perilaku lebah tersebut memberikan petunjuk bahwa kita hidup di tengah-tengah masyarakat sudah memiliki peran masing-masing. Jika kita melaksanakan tugas dan tangugung jawab sesuai peran di lingkungan manapun kita berada, maka akan dapat mengantarkan untuk mencapai tujuan bersama.
4. Kerja sama
Lebah sangat menekankan kerja sama dibandingkan kompetisi. Lebah bekerja sama untuk membangun sarangnya. Lebah bekerja sama untuk mencari makanan. Dan lebah selalu bekerja sama untuk melindungi sarangnya dari gangguan musuh.
Perilaku lebah tersebut memberikan petunjuk bahwa di dalam kehidupan ini di lingkungan manapun kita berada sangat penting mengutamakan kerja sama dibandingkan kompetesi, lebih-lebih pada sebuah organisasi. Kita harus menyadari bahwa tidak mungkin bisa sendiri mengembangkan suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
5. Loyalitas
Lebah sangat setia terhadap ratunya dan selalu melaksanakan pekerjaan dengan baik tugas yang diberika oleh ratunya. Jika lebah membutuhkan waktu yang lama untuk mengambil nektar dari satu bunga, maka mereka akan melakukannya terus-menerus.
Perilaku lebah tersebut memberikan petunjuk bahwa kita sebagai bawahan harus loyal pada pimpinan dan bekerja dengan penuh dedikasi atas tugas yang diberikan oleh pimpinan.
6. Bekerja keras
Lebah yang sedang bekerja akan terus-menerus bekerja dengan tekun, seolah-olah nasib lebah yang lain sedang dipertaruhkan di tangannya.
Perilaku lebah tersebut memberika petunjuk kepada kita bahwa tidak ada keberhasilan yang bisa diraih tanpa kerja keras dan ketekunan. Dengan kata lain, bekerja keras dan ketekunan merupakan kunci meraih kesuksesan.
7. Tepat waktu
Lebah, dalam melaksanakan tugasnya tak boleh ada kata terlambat. Lebah bergantung pada matahari saat mencari makan. Lebah berangkat ketika matahari terbit dan pulang saat matahari terbenam. Tepat waktu adalah cara lebah untuk mendapatkan hasil optimal.
Perilaku lebah tersebut memberikan petunjuk bahwa tepat waktu merupakan hal yang penting untuk kita lakukan di dalam bekerja. Tepat waktu merupakan bagian dari disiplin. Disiplin adalah salah satu kunci sukses.
8. Mengesampingkan ego pribadi
Bagi lebah, kepentingan lebah lainnya adalah yang harus diutamakan terlebih dahulu, baru kemudian kepentingan pribadinya. Lebah bekerja mengambil nektar untuk kepentingan koloninya. Demikian juga bagi lebah yang bertugas menjaga sarang, semuanya dilakukan demi kepentingan koloninya.
Perilaku lebah tersebut memberika petunjuk bahwa dalam hidup ini sangat penting mengesampingkan ego pribadi, sehingga kehidupan disuatu keluarga, masyarakat atau sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik.
I Gede Astawan @ Penulis Buku Jalan Spiritual Menuju Hidup Bahagia
Email: astawan@undiksha.ac.id
