Magelang, HarianBernas.com– Sigit Widyonindito, Wali Kota Magelang menyayangkan teror penembakan misterius oleh orang tidak dikenal dengan senapan angin modifikasi di kawasan Jalan Pemuda Kota Magelang.
“Saya sangat menyayangkan tindakan teror tersebut, mudah-mudahan pelakunya bisa segera ditangkap,” ucapnya usai pemberangkatan reli mobil kuno di Alun-Alun Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu.
Ia mengapresiasi tindakan yang dilakukan jajaran Polres Magelang Kota yang langsung mengambil langkah guna mengantisipasi teror tersebut.
Sigit mengatakan kenapa bisa terjadi seperti itu masih didalami polisi. Mudah-mudahan bisa segera dapat diselesaikan dengan baik dan harapannya pelaku segera tertangkap.
“Jangan begitulah, kasihan yang dicederai itu juga orang biasa, apa motifnya,” katanya.
Ia mengatakan dengan adanya teror penembakan dengan senapan angin tersebut kondisivitas Kota Magelang tetap normal, nyaman, dan baik.
Edi Purwanto, Kapolres Magelang Kota AKBP di Magelang, Jumat, mengatakan kasus penembakan menggunakan senapan angin masih dalam penyelidikan (22/4).
Saat ini anggota Kepolisian Resor Magelang Kota, Jawa Tengah, terus memburu pelaku penembakan yang menggunakan senapan angin (yang dimodifikasi) yang terjadi di kawasan Jalan Pemuda, Kota Magelang.
Edi mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk korbannya.
“Barang bukti peluru berupa gotri kami amankan. Gotri tersebut mengenai dada salah satu orang, tetapi kena baju dan mental,” katanya.
Untuk menangkap si penembak misterius itu, anggota dari satuan Intelkam dan Resmob Polres Magelang disebar ke sejumlah tempat.
Dalam keterangannya, Kapolres mengatakan kemungkinan jenis senapan yang digunakan berupa senapan angin yang dimodifikasi karena tidak ada suara ledakan dari peluru yang ditembakkan.
Kapolres sangat yakin pelaku penembakan bisa segera tertangkap dan dapat diungkap motif di balik aksi terornya itu.
Menurut dia, aparat kepolisian telah memperoleh ciri-ciri dan gambaran dari penembak misterius ini berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang diperiksa.
AKP Wayan Suhendar, Kasat Reskrim Polres Magelang menuturkan, setelah kejadian penembakan langsung melaksanakan proses penyelidikan. Bahkan, setiap malam selalu menurunkan petugas di kawasan Jalan Pemuda.
“Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu pencegahan agar tidak ada korban lagi. Pelaku telah melakukan perbuatan kriminal. Korban ada sekitar lima hingga enam orang. Harapan kami pelaku segera tertangkap sehingga motif penembakan bisa diketahui,” katanya.
Menurut Kasat Reskrim, perbuatan penembakan yang dilakukan diduga menggunakan senapan angin/ airsoft gun modifikasi tersebut, pelaku bisa dihukum dengan UU Darurat. Untuk memiliki airsoft gun, seseorang juga harus mengantongi izin. Untuk itu, pihak Reskrim akan melakukan koordinasi dengan Intelkam.
Enam orang telah menjadi korban sasaran penembakan misterius di Jalan Pemuda Kota Magelang, Jawa Tengah sejak Sabtu (16/4) hingga Rabu (20/4) malam. Penembakan ini dilakukan saat pertokoan-pertokoan di daerah Jalan Pemuda mulai tutup.
