HarianBernas.com ? Ketimun biasa disebut juga dengan nama timun atau mentimun. Ketimun adalah tanaman sayur yang biasanya digunakan sebagai pelengkap lalapan. Dewasa ini, ketimun ternyata dapat ditanam dengan cara hidroponik.
Anda bisa menanam timun dengan sistem hidroponik, cara menanam hidroponik adalah dengan menyediakan nutrisi yang diperlukan tanaman. Bentuk nutrisi adalah dengan bentuk larutan dengan cara disiramkan, diteteskan, dialirkan,atau disemprot pada media tumbuh tanaman ketimun.
Budidaya ketimun hidroponik dapat menjadi alternatif untuk Anda yang tidak mempunyai lahan yang besar. Dengan memakai sistem hidroponik ini, Anda bisa memperoleh keuntungan berlimpah dari hasil yang diperoleh.
Jika sumber bibit ketimun merupakan benih ketimun maka wajib disemaikan terlebih dahulu. Biasanya benih tanaman yang relatif lebih besar dapat ditanam dengan cara langsung di wadah yang telah disiapkan, tetapi jika benih tanaman yang lebih kecil dapat disemaikan terlebih dahulu sebelum dipindah tanam.
Yang harus dilakukan dari pemakaian sumber bahan tanam dari benih ini adalah setiap benih memerlukan kebutuhan-kebutuhan khusus yang tidak sama antara satu dengan yang lain. Benih-benih ini dapat dikecambahkan pada bak khusus kecambah atau berpindah dengan wadah lainnya.
Sebelum melakukan pindah tanam, kita harus mempersiapkan media tanam yaitu dengan mengisikan media tanam ke dalam polybag. Terlebih dahulu siapkan wadah tanam yang besar kecilnya disesuaikan dengan tanaman ketimun yang dapat dibudidayakan. Sebaiknya pengisian dapat dilakukan di dekat okasi penanaman di dalam green house supaya dapat menjaga sterilitas media.
Tanda awal dari bibit ketimun yang dapat dipindahkan adalah sudah kelihatan 2 daun lembaga pada bibit yang sudah berkembang dengan sempurna. Jangan pernah memegang bibit ketimun pada batangnya karena batang itu sangat rapuh bahkan walaupun dilakukan dengan hati-hati Anda masih bisa merusaknya.
Selain itu tidak boleh memegang semaian pada akarnya. Apabila tanaman pada awalnya kita bibitkan di dalam media tanah, maka sebelum ditanam dengan sistem hidroponik maka terlebih dahulu akarnya dapat dibersihkan dari tanah dan kotoran yang menempel.
Penyiraman dilakukan dengan cara yang kontinyu, indikator bahwa tanaman perlu disiram adalah jika media tumbuh dipegang dengan tangan akan terasa kering. Media tanam hidropponik bersifat kering jadi penyiraman tanaman jangan terlambat. Penyiraman dapat dilakukan dengan handsprayer atau gembor alias gayung. Cara penyiraman untuk benih kapasitas kecil bisa dengan handsprayer 4-5 kali sehari untuk menjaga kelembaban.
Sedangkan untuk benih berkapasitas besar dipakai gembor bercelah halus atau tree spayer. Penyiraman dapat dilakukan dengan gembor sedikitnya 5 sampai 6 kali sehari dan ditambahkan larutan encer hara.
Penyiraman dapat dilakukan dengan Sprinkle Irrigation System dan Drip Irrigation System yaitu sistem penyiraman semprot dan tetes. Sumber tenaga dapat berasal dari pompa.
Pemangkasan dilakukan bertujuan untuk membuang cabang yang tidak dikehendaki, tunas air, atau cabang yang terkena serangan penyakit. Pemangkasan dilakukan untuk menambah pertumbuhan dan produksi tanaman.
Tanaman yang sudah berada di dalam wadah tanam ketika sedang berusia 7 hari masih memerlukan penopang agar dapat berdiri dengan tegak sehingga tanaman dapat tumbuh dengan rapi dan teratur. Penjarangan bunga sangat dibutuhkan supaya pertumbuhan buah menghasilkan ukuran yang sama besarnya.
Sewaktu pemberian hara pada tanaman ketimun, pH tanaman juga perlu diperhatikan, pH yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa menghambat pertumbuhan tanaman. Jumlah dan konsentrasi pupuk yang ditambahkan sangat dipengaruhi oleh tipe dan fase pertumbuhan tanaman. Konsentrasi hara yang terlalu tinggi akan berdampak pada rusaknya perakaran tanaman.
Selamat Menanam Para Gardener!
.jpg)