GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gunungkidul, Andang Nugroho menyatakan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) siap menghadapi momentum krusial dalam proses demokrasi, yakni tahapan pemungutan dan perhitungan suara.
Baca Juga Kejari Sleman Dan BPKP DIY Sepakat Ada Pidana Di Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata
“Salah satu kerja PTPS adalah pengawasan dalam pemungutan dan perhitungan suara, agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Andang dalam Apel Siaga bersama PTPS di Alun-alun Wonosari, Sabtu (10/2/2024).
Dalam apel yang diikuti 2.709 PTPS dan 114 pengawas desa, Andang menegaskan petugas pengawas TPS wajib menjaga kemurnian surat suara. Menurutnya, kejahatan tertinggi dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara adalah pencurian suara.
“Untuk itu, kami mengingatkan, seluruh jajaran pengawas pemilu mempersiapkan data-data hasil pemungutan suara dari tiap TPS dengan matang,” katanya.
“Kita menjaga jangan sampai ada pencurian suara. Jangan pernah ikut kompromi, karena harga diri kita dipertaruhkan. kami ingatkan PTPS sebagai penjaga gerbang utama untuk ikut serta menjaga Republik,” ucap Andang.
Lanjut tambahnya, PTPS juga perlu mempersiapkan dalam memfoto C-hasil di TPS untuk dimasukkan dalam Siswaslu. Diketahui, aplikasi Siswaslu adalah sistem bersama yang dipakai oleh pengawas mulai dari tingkat TPS, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi guna mengumpulkan hasil pemungutan, penghitungan, dan proses tahapan sejak masa tenang hingga rekapitulasi suara tingkat nasional.
“Kerja PTPS yang hanya 30 hari mari kita jadikan sebagai pengabdian kita dalam menjaga republik dalam memilih negarawan-negarawan terbaik.
Siapkan data yang lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, catat semua kejadian khusus yang ada di TPS , siapkan laporan hasil pengawasan aktual dan sesuai dengan kejadian yang ada di TPS,” urai Andang.
Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib berharap PTPS yang terjun ke TPS dapat mengawasi tahapan pemungutan dan penghitungan suara sesuai peraturan dan menjaga netralitas dalam mengawasi. Tahapan tersebut dinilai sebagai jantung pemilihan umum.
“Mari bersama-sama menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi kita. Saya yakin, dengan semangat integritas dan profesionalisme, kita akan melaksanakan tugas ini dengan baik,” kata Najib.
Baca Juga Lurah Candibinangun Ditetapkan Tersangka Terkait Tanah Kas Desa
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan PTPS harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat dengan menjaga kehormatan agar pemilihan umum berjalan dengan baik, jujur dan adil. Orang nomor satu di Gunungkidul ini berharap para petugas menjaga kesehatan selama bekerja.
“Ada tiga hal integritas yang dinilai dalam pemilu yaitu integritas penyelenggara pemilu, integritas proses pemilu, dan integritas hasil pemilu,” kata Sunaryanta. (jat)
