RIAU, BERNAS.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama TNI AL, Bea Cukai, dan Polri hari ini melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan besar di wilayah Kepulauan Riau. Dalam kegiatan ini, hampir 4 ton narkoba dimusnahkan sebagai bagian dari upaya terpadu memerangi peredaran gelap narkotika.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tim gabungan tersebut. Dalam pernyataannya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia harus menjadi killing ground bagi bandar dan jaringan narkoba.
Baca Juga : Menko Polkam Apresiasi BNN dalam Pengungkapan Jaringan Narkoba Senilai Rp1 Triliun
“Tidak ada kompromi bagi perusak masa depan bangsa. Penegakan hukum harus tegas, dan harus disertai edukasi dini kepada generasi muda kita,” ujarnya.
Pemusnahan narkoba hari ini merupakan hasil kerja panjang, senyap, dan berani dari seluruh unsur terkait. Pada 20 Mei 2025, TNI AL menggagalkan penyelundupan narkoba seberat 1.905 kg dan langsung memusnahkan barang bukti tersebut. Sementara pada 26 Mei 2025, tim gabungan kembali berhasil mengungkap dan memusnahkan sekitar 2 ton sabu dalam operasi besar lainnya.
Baca Juga : BNN Perkuat Intelijen Perang Melawan Narkotika
Sejak dibentuk pada 4 November 2024, Desk Koordinasi Pemberantasan Narkoba telah menangani 22.481 kasus dan menetapkan 24.416 tersangka. Dari operasi-operasi ini, total barang bukti senilai Rp6,6 triliun telah disita dan diperkirakan berhasil menyelamatkan lebih dari 34 juta jiwa dari ancaman bahaya narkoba.
Kepala BNN mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif dalam pelaporan penyalahgunaan narkoba serta terus mendukung upaya pencegahan, penegakan hukum, dan rehabilitasi.
“Ini bukan hanya tugas aparat. Ini perjuangan bersama untuk menyelamatkan bangsa. Terima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak,” tutupnya. (DID)
