SLEMAN, BERNAS.ID- Pengurus Dekranasda Sleman menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2024 di Gedung Dekranasda Sleman, Bangunrejo, Tridadi, Senin (28/7). Rakerda mengusung tema “Perajin Sleman Berdaya, Perajin Sleman Mendunia”.
Rakerda kali ini juga sebagai sarana perkenalan dan silahturahmi antar pengurus pergantian antarwaktu Dekranasda Sleman masa bhakti 2025-2026. Selain itu, juga akan diserahkan penerimaan SK pergantian antar waktu Dekranasda Sleman oleh Wakil Bupati Sleman kepada pengurus Dekranasda Sleman periode 2025-2026.
Baca Juga Dokter di DIY Gelar Doa Bersama Sikapi Kebijakan Menteri Kesehatan
Ketua Harian Dekranasda Sleman, Mae Rusmi mengatakan rapat kerja daerah bertujuan untuk perencanaan dan evaluasi program kerja Sleman. “Kegiatan yang dilaksanakan diharapkan mampu mengukur berbagai hasil yang dicapai serta mengidentifikasi masalah yang akan diatasi dengan program kerja yang lebih optimal,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Parmilah selaku Ketua Dekranasda Sleman mengatakan rakerda menjadi harapan dan semangat baru untuk meningkatkan daya saing UMKM Sleman sehingga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat Sleman.
“Rakerda langkah awal untuk meningkatkan kinerja Dekranasda Sleman dan memperlancar perencanaan dan pelaksanaan program-program di tahun-tahun yang akan datang,” tutur Parmilah.
Ia pun berpesan para pengurus Dekranasda Sleman di berbagai bidang nantinya diharapkan dapat mendukung para pengrajin Sleman dapat bersaing di pasar global. “Bergerak bersama sebagai agen promosi terbaik yang mengantarkan kerajinan Sleman berkembang pemasarannya melalui peningkatan sinergi dan kerjasama kemitraan,” ujarnya.
Untuk itu, dibutuhkan kerja tim yang solid dari pengurus Dekranasda Sleman seperti bidang riset dan pengembangan produk dan wirausaha baru, bidang promosi humas, dan bidang manajemen usaha. “Harapannya, produk-produk perajin Sleman akan semakin dikenal dan diminati di pasar global sehingga berkontribusi positif kepada ekonomi Sleman dan Nasional,” kata Parmilah.
Wakil Ketua Dekranasda DIY, Tazbir Abdullah dalam arahannya mengatakan produk-produk kerajinan Sleman sudah siap mendunia. Menurutnya, modal produk dan modal manusia sudah siap sehingga tidak berat untuk membinanya. “Sleman sebagai kekuatan dekranasda DIY karena memiliki banyak produk kerajinan,” katanya.
Kabupaten Sleman juga memiliki posisi strategis karena sebagai lintasan jalur wisata dan jalur utama nasional. Untuk itu diperlukan adanya penanda jalan untuk produk-produk Sleman. “Yang perlu dikuatkan lagi melindungi perajin dengan HAKI, legalisasi, dan predikat Halal,” kata Tazbir.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan pengurus Dekranasda Sleman harus mampu membuat perajin dan produk Sleman semakin berkembang sehingga produknya diterima secara lokal dan go internasional.
Baca Juga Pemkab Sleman Layangkan Somasi ke Produsen Anggur Merah Kaliurang
“Langkah awal, bermanfaat untuk pengrajin dan pengusaha sehingga dagangannya laku. Untuk anggota dari pengusaha bisa membantu melalui jaringannya atau bisa memberikan ide untuk Dekranasda,” kata Danang.
Menurutnya, Dekranasda Sleman paling beruntung karena gedungnya representatif di pinggir jalan, bahkan mempunyai galeri. Untuk itu, tantangannya saat ini mendata UMKM yang masih produksi, kemudian digitalisasi.
“Produk-produk harus diunggah ke media sosial karena yang tidak bisa menangkap kemajuan digitalisasi akan ketinggalan. Selain itu, memiliki ciri yang tidak dimiliki negara lain sehingga memiliki nilai ekspor,” pungkasnya. (jat)
