Bernas.id – Di Indonesia, kasus korupsi sudah amat mengkhawatirkan. Satu persatu pelaku korupsi berhasil diungkap oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Belum lama ini terkuak siapa dalang dibalik korupsi e-KTP. Sudah tahukah Anda bahwa penyidik senior lah yang memimpin kasus tersebut? Novel Baswedan, penyidik senior KPK yang sudah 10 bulan dirawat di Singapura baru saja pulang ke tanah air hari ini. Bagaimana keadaan kesehatan beliau setelah beberapa lama menjalani proses pemulihan?
Novel Baswedan adalah pensiunan polisi yang menjadi salah satu ujung tombak KPK. Beliau berhasil mengungkap banyak kasus korupsi berskala besar. Novel dirujuk ke Rumah Sakit Singapura setelah sempat ditangani di Rumah Sakit Mitra Keluarga dan Jakarta Eye Center.
Novel Baswedan baru saja tiba hari ini sekitar pukul 11.00 WIB di Bandara Soekarno Hatta. Beliau dijemput oleh keluarga, Juru Bicara KPK dan jajaran petinggi KPK lain termasuk Laode Muhammad Syarif.
Keadaan Novel sudah cukup membaik, meski matanya belum benar-benar bisa melihat secara optimal. Pada mata kanan Novel diberikan penguat lensa, sedangkan pada mata kirinya masih diperlukan operasi selanjutnya.
Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan,”Novel masih tetap membutuhkan perawatan lebih lanjut di Singapura.” Selaput tipis mata kiri Novel sudah tumbuh merata setelah dilakukan penggeseran selaput tipis dari bagian pinggir ke bagian tengah mata.
Febri menambahkan, “Nanti dioperasi tahap kedua barulah akan dilakukan proses pemasangan agar bisa berfungsi lebih lanjut. Tentu saja kalau nanti berfungsi, belum tentu berfungsi normal seperti sebelum Novel diserang.”
Novel mengatakan pada dokter Singapura bahwa beliau tak perlu pengawasan atas kesehatannya. Sesampainya d Jakarta, beliau berkunjung ke kantor KPK, tempatnya bekerja.
Novel terpaksa dirawat karena disiram air keras oleh dua orang yang tak dikenal selepas salat Subuh di masjid dekat rumah, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017. Hingga saat ini pelaku masih dalam proses pengusutan oleh pihak Polri.
