Bernas.id – Janur merupakan salah satu bagian dari pohon kelapa. Janur selain digunakan sebagai ornamen atau hiasan pada saat acara besar seperti hajatan juga memiliki manfaat lain seperti digunakan untuk pembungkus ketupat. Janur yang digunakan pada saat acara besar khususnya biasa digunakan pada masyarakat Jawa ini tidak sembarang janur, melainkan harus janung kuning.
Ketika mendengar janur kuning konotasinya, masyarakat akan tertuju pada pernikahan. Padahal, tidak hanya digunakan saat acara pernikahan saja. Kita bisa melihat saat upacara hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 tahun 2016, pemasangan ornamen janur pada setiap sudut bagian depan Istana Negara. Lantas sebenarnya apa makna dari janur kuning itu?
Tentunya pemasangan janur kuning pada acara-acara besar bukan hanya digunakan sebagai ornamen dan hiasan belaka, melainkan memiliki makna dan tujuan tertentu.
Janur berasal dari kata nur yang artinya cahaya, cahaya yang dimaksud adalah cahaya Tuhan. Sehingga jika diartikan dalam bahasa Indonesia janur memiliki makna mencapai cahaya pada Tuhan. Sedangkan kuning atau bahasa jawanya jenar memiliki arti sabda dadi yang artinya semua pengharapan dari hati yang bening akan terwujud.
Secara filosofis janur memiliki makna dan pengharapan bahwa orang yang memiliki hajatan akan bersinar, bersinar sebagai simbol bahagia.Jika hajatan tersebut merupakan hajatan pernikahan, harapan dari janur yang dipasang agar mempelai perempuan dan laki-laki akan bersinar wajahnya. Sedangkan makna filosofis dari warna kuning pada janur itu, harapannya bahwa semua yang dikatakan yang berasal dari hati dan jiwa yang bening akan terwujud. Sehingga makna filosofis secara keseluruhan dari janur kuning merupakan sebagai isyarat harapan yang tinggi dari hati yang jernih untuk menggapai cahaya Tuhan agar segala sesuatu yang dilaksakan saat itu akan tercapai dan bermuara pada kebahagiaan.
Masyrakat Jawa terbiasa memiliki tradisi menyimbolkan pengharapan melalui benda-benda, salah satunya melalui janur kuning. Tradisi yang baik akan diteruskan hingga saat ini, karena memiliki makna yang baik pula.
