YOGYAKARTA, Bernas.id ? Kedua kalinya Jalan Malioboro bebas dari pedagang kaki lima. Hal ini karena adanya program ?Resik-resik Maliboro? yang jatuh pada hari ini, Selasa (31/10/17). Kawasan Malioboro kembali dibersihkan setiap Selasa Wage atau tiap 35 hari sekali.
Dinas Pertamanan serta petugas pemadam kebakaran menyiramkan air ke Jalan Malioboro. Petugas dan masyarakat pun ikut kerja bakti bersih-bersih kawasan Malioboro ini. Para pedagang kaki lima yang biasanya berjualan di selasar tidak boleh berjualan selama 24 jam. Libur sehari ini untuk memberikan napas kepada Malioboro yang setiap harinya ramai pengunjung dan ?sumpek?.
Tunggu dulu! Berbeda dari Resik-resik Malioboro sebelumnya yang sepi dari pedagang kaki lima, kini ada yang nekat berjualan. Pantauan Bernas.id di kawasan Malioboro, ada beberapa stand yang menjual susu. Benarkah semua pedagang dilarang? Ternyata tidak, salah satu produk susu protein yang katanya tinggi oksidan mengatakan kepada Bernas.id, mereka mendirikan tenda untuk berjulan. Kok bisa? Bukannya semua dilarang berjualan dengan alasan di atas?
Ketika Bernas.id menyapa petugas yang bersiap berjualan dan memberitahukan bahwa hari ini Malioboro bebas dari pedagang kaki lima, petugas tersebut berkilah bahwa mereka turut mensponsori kegiatan ?Resik-resik Malioboro?. Mereka pun diperbolehkan berdagang minuman susu antioksidan itu.
Perkumpulan Pedagang Aksesoris Guyub Rukun yang merupakan pedagang aksesoris yang berjualan dari Ramayana hingga Pasar Beringharjo pun merasa heran dengan adanya tenda dan jualan tersebut. “Lha bagaimana ini kita disuruh libur tapi mereka kok ya bisa jualan,” ucap salah satu anggota paguyuban saat ditemui Bernas.id di kawasan Malioboro.
Jadi jangan heran jika Anda berkunjung ke Malioboro hari ini akan bermunculan bermacam merk minuman dan makanan yang dijual di beberapa titik pedestrian. Saat Bernas.id bertanya berapa banyak tenda yang didirikan, seorang penjual menjawab ada 9 tenda di sepanjang jalan Malioboro. Mereka menjual beberapa varian makanan dan minuman dan perusahaan yang sama.
Field Promotion Executive dari Kalbe yang berjualan persis di depan Kepatihan mengatakan bahwa mereka bekerjasama dengan panitia Lustrum SMA 1 Yogyakarta. Mereka mengaku juga bekerjasama dengan Dinas Pariwisata. Namun, saat Bernas.id mengonfirmasi kepada Dinas Pariwisata DIY, Devi mengatakan tidak tahu tentang kerja sama tersebut.
