HarianBernas.com – Setiap jenis sayuran mempunyai karakteristik dan kandungan yang berbeda-beda. Kandungan zat-zat yang ada di dalam sayuran bisa memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Bahkan dapat mencegah serta mengobati berbagai penyakit. Terlebih lagi sayuran yang ditanam secara organik pada umumnya tak mengandung residu bahan kimia di dalamnya.
Pertanian organik bisa diartikan sebagai suatu sistem produksi per tanaman yang lebih menitikberatkan pada daur ulang hara secara hayati. Daur ulang hara dapat melalui limbah tanaman atau ternak yang mampu untuk memperbaiki kesuburan tanah.
Pada dasarnya budidaya organik ialah meniadakan atau mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia. Lebih menitikberatkan aplikasi pupuk organik, pupuk hayati dan biopestisida pada sayuran mempunyai berbagai keunggulan nyata bila dibandingkan dengan pestisida kimia dan pupuk kimia.
Maka dari itu konsep ada penanaman sayur secara organik ialah menekan semaksimal mungkin pemakaian pupuk kimia dan pestisida kimiawi. Sedangkan jenis sayuran organik yang bisa dikelompokkan menjadi tiga macam bagian yang bisa dikonsumsi.
Sayuran buah
Sayuran buah adalah bagian buah dari sayuran tersebut yang bisa dikonsumsi sebagai contohnya cabai tomat dan terong. Jenis sayuran yang satu ini mempunyai waktu yang lama untuk berbuah karena tanaman tersebut harus mengalami masa vegetatif atau pertumbuhan daun terlebih dahulu setelah itu baru masa berbuah.
Sayuran daun
Sayuran daun merupakan jenis tanaman yang dimanfaatkan bagian daunnya untuk dapat dikonsumsi sebagai contohnya bayam, kangkung dan selada. Selain daunnya, pada umumnya konsumen memakai batang bagian atas dan pucuk daun untuk ikut serta dikonsumsi.
Sayuran umbi
Sayuran umbi merupakan kelompok sayuran yang bagian umbinya dapat dikonsumsi layaknya wortel, lobak dan kentang. Bagian yang bisa dikonsumsi pada sayuran umbi ada di bagian tanah sehingga yang terlihat hanya bagian daunnya saja. Oleh karena itu, harus dicuci sampai bersih supaya terbebas dari kontaminasi tanah.
Jangankan tanaman sayuran berperan penting di dalam kehidupan sehari-hari. Sayuran mempunyai kadar air yang tinggi nutrisi, pembentuk sifat basa kaya akan vitamin, mineral, rendah kalori dan kaya akan serat.
Dengan kandungan tersebut, sayuran dipercaya mempunyai berbagai khasiat yang baik untuk tubuh diantaranya mencegah ataupun mengobati berbagai penyakit.Untuk mendapatkan khasiat dari sayuran di samping bisa dikonsumsi dalam bentuk mentah sayuran juga dapat direbus dimasa dikukus atau dibuat jus.
Maka dari itu tak ada salahnya untuk menanam tanaman sayuran organik di rumah, salah satunya adalah di dalam pot. Selain tak memerlukan lahan yang luas, tabulampot ( tanaman dan buah dalam pot) tidak merusak lingkungan hidup, tidak merusak kesehatan, meningkatkan kelestarian keanekaragaman hayati perawatannya yang mudah dan bisa menjaga keseimbangan ekosistem.
Di samping itu, sayuran yang ditanam secara organik mempunyai rasa yang lebih enak serta manis bila dibandingkan sayuran yang ditanam secara anorganik. Maka wajar saja jika harga jual sayur organik pada umumnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan sayuran anorganik.
Secara luas dengan bertanam organik juga dapat membantu untuk mencegah pemanasan global karena di dalam proses budidayanya tak memakai pestisida kimia yang bisa melepaskan gas berbahaya.
Bertanam sayuran di dalam pot selain hasilnya dapat dikonsumsi untuk kebutuhan keluarga produknya pun dapat dijual dalam bentuk segar ataupun bersama dengan potnya sebagai tanaman hias.
Peluang pasar sayuran organik pun sangat tinggi, karena setiap orang membutuhkan sayuran untuk kebutuhan sehari-hari. Dari segi pemeliharaan, bertanam sayuran di dalam pot jauh lebih muda karena pantauannya lebih sempit bila dibandingkan dengan bertanam di lahan perkebunan.
Organik sayuran yang terlihat dari kandungan unsur hara yang dihasilkan, memang benar-benar organik serta kualitas yang dihasilkan pun dapat lebih terjaga. Dengan demikian, daya saing dan nilai jualnya pun akan bertambah.
