Berita Terbaru
Author: Bernas
Kisruh gonjang-ganjing pelaksanaan pemilihan kepala daerah melalui mekanisme perwakilan yang menggunakan instrumen politik di legislatif dengan basis penentuan ditingkat DPRD tidak pelak lagi seolah mengembalikan porsi demokrasi kembali ke belakang. Walau sebenarnya kondisi masyarakat dan pemerintahan pada saat dulu dan kini cukup jauh berbeda. Kalau dulu, belum ada institusi KPK. Masyarakat juga seolah sudah terhipnotis untuk tidak kritis karena adanya ?ketakutan? pada kekuatan rezim pada saat itu.
Mengawali tulisan ini terlebih dahulu saya ingin menyampaikan apa yang pernah diutarakan oleh Sang Prolamator kita yang begitu fenomenal
Dalam film Rudy Habibie kata integritas tiba-tiba menggelitik penulis dan semoga juga menggelitik warga bangsa ini.
Pada seri hospital coaching, artikel bagian kedua ini akan melanjutkan pembahasan bagaimana coaching dapat dijadikan sebagai suatu terobosan untuk peningkatan kinerja rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Setelah menemukan framework/model kinerja yang sesuai dan menjabarkannya dalam bentuk indikator kinerja utama, berikut adalah tahapan selanjutnya:
Nasionalisme diartikan sebagai kesadaran keanggotaan dalam?suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama
Kepemudaan adalah orang-orang yang berusia dari 16 sampai 30 tahun termasuk mahasiswa di dalamnya harus menjadi pionir dalam pembangunan Indonesia.
Berpisah atau perpisahan sudah menjadi hukum alam dalam kehidupan setiap kita
Mengawali tulisan ini, saya ingin mengutip ucapan bapak guru sewaktu di bangku sekolah dahulu
Rakyat negeri ini akan selalu disuguhkan dengan tayangan pola kampanye yang cukup beragam dari para calon wakil rakyat dan partai politik. Setiap kali memasuki masa kampanye, para calon legislatif dan partai politik tersebut tengah menyusun strategi untuk mendapatkan suara terbanyak supaya mereka dapat memenangkan pemilu. Mereka berkompetisi untuk ?merayu? hati rakyat demi mendapatkan perhatian dan simpati dari masyarakat dengan cara membuat ragam media kampanye yang berisi slogan-slogan kampanye.
Beberapa waktu lalu, penulis berkesempatan mengunjungi Rumah Cemara di Gerlong, Bandung bersama dengan Mandira Isman, ketua umum ASSI (Asosiasi Street Soccer Indonesia), sekjen ASSI, Kamal Hasan, serta pengurus lainnya yaitu Jhody A. Prabawa dan Andi Rahman. Rombongan diterima langsung oleh Ginan Koesmayadi atau akrab dipanggil Ginan yang merupakan salah satu pendiri Rumah Cemara Bandung.