BANTUL, HarianBernas.com ? Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Suharsono menyatakan prihatin atas kasus meninggalnya sepuluh orang dikarenakan mengkonsumsi minum-minum keras oplosan beberapa waktu lalu.
“Masalah ini sangat memprihatinkan, padahal sejak saya dilantik sudah saya upayakan untuk pengawasan dari tingkat bawah,” ujar Bupati Suharsono di Gedung Induk Bantul, Senin (16/5/16).
Diketahui, delapan dari sepuluh orang yang meninggal mayoritas adalah warga dari Kabupaten Bantul, sisanya adalah warga Kota Yogyakarta. Mereka meninggal berturut-turut pada Jumat hingga Minggu (13-15/5/16). Mereka telah mengkonsumsi minuman keras oplosan.
Suharsono telah memerintahkan para camat, lurah, hingga ketua RT untuk mengawasi lingkungan di daerah masing-masing jika ada yang mencurigakan termasuk perilaku minuman keras. Menurutnya, yang tahu persis tindakan itu adalah masyarakat. Mereka pula yang tahu tentang hal-hal yang mencurigakan. Sehingga kamtibmas bisa segera menangani secepatnya. Bila Polsek, katanya, memiliki keterbatasan personel.
Meski demikian pihaknya tidak mencari siapa yang salah dalam kasus ini dan peristiwa ini sudah terjadi. Pihaknya, mengingatkan pada para camat sampai ketua RT untuk terus melakukan pengawasan di masing-masing wilayahnya.
Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti mengungkapkan, berdasarkan hasil pengembangan kasus tersebut, kepolisian telah menangkap salah satu tersangka yang merupakan penjual minuman keras oplosan di wilayah Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.
