BANTUL, HarianBernas.com ? Kepala Gudang Bulog Pajangan, Petrus Yosep Pratikno mengatakan saat ini jumlah stok beras di gudangnya mencapai 5.152 ton. Angka ini menurutnya masih cukup untuk meng-cover kebutuhan masyarakat Bantul selama empat bulan ke depan. Sehingga dipastikan datangnya Hari Raya Natal dan tahun baru, serta liburan sekolah, stok beras di wilayah ini mencukupi dan terkendali dari segi harga.
?Untuk kita aman setidaknya hingga empat bulan ke depan atau hingga April. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,? kata Yosep di gudanganya pekan lalu saat menerima monitoring Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bantul.
Untuk stok di gudang Bulog Pajangan sendiri bersumber dari para petani di wilayah Bantul hingga Kulonprogo.
?Kendati stok kita terhitung sampai April, tetapi diperkirakan pada Februari hingga Maret mendatang petani panen dan berasnya akan masuk ke gudang kita,? katanya. Sehingga stok kian bertambah. Selain stok, untuk harga beras menurut Yosep juga normal yakni untuk jenis premium Rp 9.910 per kilogram dan harga ini termasuk wajar.
?Maka belum perlu kita menggelar operasi pasar,? katanya.
Sementara itu Dandim Bantul, Letkol (Kav) Tumadi. S.Sos mengatakan jajaran TNI juga terlibat untuk memantau persediaan beras di Bantul untuk kemudian di laporkan kepada satuan atas.
?Dari pantauan yang kami lakukan secara berkala, untuk stok beras di Bantul aman dan terkendali. Jadi tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan,? kata Dandim.
Secara terpisah Ketua TPID Bantul, Ir Tri Saktiyana mengatakan TPID melakukan pemantauan sembako secara periodik dan lintas sektoral dengan menggandeng beberapa SKPD termasuk dari Bank Indonesia.
?Kita melakukan pemantuan akhir tahun 2015 ini guna mengetahui kondisi stok dan juga inflasi yang terjadi,? kata Tri yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul tersebut. Dari hasil pemantauan akhir pekan lalu, persediaan bahan pokok terutama beras aman setidaknya hingga empat bulan ke depan. Selain itu, untuk laju inflasi di Bantul juga terhitung bagus karena berada di bawah angka inflasi nasional dan DIY. Selain itu, Tri menambahkan bahwa inflasi jangan hanya dilihat sebagai hal yang negatif semata.
?Dalam teori ekonomi makro, yang namanya inflasi itu ibarat tekanan darah jadi ada angka normalnya. Untuk Bantul saat ini kondisinya baik,? kata Tri.
