HarianBernas.com ? Si Pucuk Merah, dengan keunikan warna daunnya, tanaman ini semakin sering dilihat di sekitar kita. Kita dapat melihat Si Pucuk Merah di pinggir jalan, di taman atau di pekarangan rumah.
Tanaman ini memang terlihat unik karena daunnya mempunyai dua warna yaitu merah dan hijau. Tidak mengherankan, jika perpaduan dua warna ini tela membuat tanaman ini semakin diminati.
Tanaman yang lebih dikenal dengan nama Pucuk Merah atau dalam bahasa latinnya yang bernama Syzigium oleina adalah tanaman yang mempunyai ciri khas memiliki daun yang berwarna merah dan hijau. Daun tumbuh rapat diantara satu daun dengan daun lainnya.
Si Pucuk Merah memiliki tekstur daun halus dengan panjang daun berkisar 5 cm dan permukaan daun yang mengkilap. Pada saat daun masih pucuk dan muda, daun akan berwarna merah.
Lalu warna daun akan berubah menjadi hijau saat daun telah semakin tua. Inilah alasannya kenapa tanaman ini dikenal dengan nama pucuk merah. Tanaman ini akan selalu menghasilkan dua warna karena daun muda yang berwarna merah akan terus bermunculan sehingga warna tanaman menjadi hijau merah.
Indonesia telah menjadi salah satu negara sebagai tempat ideal bagi si pucuk merah karena tanaman ini sangat cocok hidup di daerah tropis. Diameter tanaman ini dapat mencapai 30 cm dengan tinggi sampai 7 meter.
Usia tanaman pun dapat mencapai puluhan tahun. Besarnya tanaman inilah yang membuat rumah Anda terlihat sejuk. Kerimbunan serta keunikan warna daun tanaman Pucuk Merah telah menjadikannya dipilih sebagai tanaman yang cocok dijadikan penghias rumah dan taman.
Kita bisa memperoleh tanaman pucuk merah pada penjual tanaman di pinggir jalan, terlebih saat ini tanaman dengan daun 2 warna ini sedang menjadi tanaman favorit. Harganya pun tidak terlalu mahal, sekitar Rp 20.000,- hingga Rp 50.000,- untuk tanaman dengan tinggi 20 cm – 50 cm.
Sebagai media tanamnya, Anda dapat mulai mengkombinasikan antara tanah merah dengan pupuk kandang dengan perbandingan yang juga sama.
Bila menginginkan tanaman ini tumbuh dengan maksimal, pucuk merah sebaiknya tidak ditanam didalam pot, mengingat tanaman ini nantinya dapat menjadi besar. Lakukan pemangkasan daun setiap 1 bulan sekali supaya bentuk tanaman tetap rapi.
Pemotesan terhadap daun-daun yang sudah tua dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali. Tujuannya agar muncul pucuk-pucuk daun baru yang berwarna merah sehingga tanaman terlihat seimbang antara warna merah dan hijau.
Daun yang sudah tua dipotes akan mulai dari pangkal ruas yang menempel di cabang pohon, supaya daun baru dapat tumbuh dari pangkal tersebut.
Supaya tetap terlihat rapi dan indah, sebaiknya dilakukan dengan pemangkasan secara teratur. Anda dapat memangkas tanaman in menjadi bentuk-bentuk yang di bentuk unik. Bisa berbentuk tajuk lingkaran atau dibentuk kerucut menyerupai pohon cemara sering ditemui dan dapat dicoba pada tanaman Anda.
Untuk merawat pucuk merah juga dengan melindunginya dari berbagai penyakit dan hama. Salah satu pengganggu tanaman ini ialah ulat coklat. Untuk dapat membasminya dengan menggunakan suprasit.
Jangan pernah lupa untuk dapat memberi pupuk tanaman agar tanaman dapat tumbuh sehat. Berikanlah pupuk N-P-K seimbang. Kemudian lakukan pemupukan setiap dua bulan. Jangan pernah lupa untuk lakukan penyiraman setiap hari.
Pucuk merah adalah tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari. Hal ini dilakukan agar Si Pucuk Merah dapat terus bertunas sehingga menghasilkan daun berwarna merah, tempatkan tanaman ini di lokasi yang banyak terkena sinar matahari.
