JAKARTA, HarianBernas.com – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menyebutkan peran Perum Tubuh Urusan Logistik (Bulog) mesti diperkuat untuk menjadikannya stabilisator harga komoditas pangan.
Kata Amran, Perum bulog tak lagi mesti menyerahkan pekerjaan stabilisasi harga pangan pada kementerian terkait dengan mencetak lembaga kusus (“ad hoc”).
“Bulog akan jadi stabilisator, sementara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian akan menjadi pendukung. Demi hal ini, semua ego sektoral mesti dihilangkan,” jelas Amran, pada Selasa (12/4).
Beliau menyambung, kala ini pemerintah sedang berkonsentrasi menyerap gabah demi meningkatkan harga yang saat ini menurun.
Menurut Amran, penurunan harga gabah di tingkat petani dapat mencapai 20%.
“Kasihan petani kalau harga gabah rendah. Seharusnya petani bisa untung dari gabah agar bisa terus berproduksi,” ujar dia.
Doktor Pertanian dari Kampus Hasanuddin tersebut melanjutkan, penyerapan gabah pemerintah konsisten meningkat. Pada hari Senin (11/4) lalu, Amran menyampaikan serapan gabah oleh Bulog mencapai 50.000 ton.
Bahkan pemerintah dapat menyerap 800.000 ton gabah dalam waktu sepuluh hari bersama harga yg menguntungkan petani.
Jumlah itu, kata Menteri Amran, meningkat 400 % dibanding tahun 2015.
