HarianBernas.com — Dalam arti sempit, setiap orang pada hakikatnya adalah pemimpin, minimal menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Pemimpin dalam arti luas tentu orang yang diberikan kepercayaan oleh masyarakat dengan memiliki kewenangan mengatur, mengelola, dan tanggungjawab tertentu untuk mewujudkan tujuan yang dicita-citakannya. Salah satu tujuan utama pemimpin adalah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Pemimpin sesungguhnya adalah pelayan bagi masyarakatnya. Menjadi pemimpin adalah mendapatkan kesempatan lebih besar untuk melakukan pelayanan kepada lebih banyak orang. Menjadi pemimpin adalah amanah, di mana pemimpin harus mengemban amanah dari masyarakatnya. Di dalam menjalankan tugasnya, sebagai seorang pemimpin harus sesuai dan sejalan dengan kehendak masyarakat yang dipimpinnya.
Ciri Seorang Pemimpin Tangguh
Menjadi pemimpin yang tangguh seperti filosofi bambu membutuhkan keterampilan SDM yang kuat. Dengan mengikuti sertifikasi Manajer SDM, seseorang bisa memahami manajemen tenaga kerja secara efektif. Ini adalah langkah strategis untuk membangun tim yang solid dan profesional!
Dewasa ini, sering dijumpai pemimpin identik dengan kekuasaan (tahta). Seorang pemimpin bukannya melayani tetapi ingin dilayani. Pemimpin merasa paling punya kuasa mengatur ini dan itu, tanpa memperhatikan masyarakat kecil. Pemimpin sering menindas rakyat kecil yang tidak berdaya. Sebagai contoh, fenomena penegakan hukum. Penegakan hukum sering seperti pisau tajam ke bawah tumpul ke atas.
Baca juga: Brando Tengdom, Strategi, Kepemimpinan, dan Inovasi di Dunia Digital
Pemimpin sering memberikan hukuman tidak adil antara rakyat kecil dan masyarakat kelas atas. Banyak pejabat yang terjerat kasus korupsi di hukum setahun dua tahun, bahkan ada yang divonis bebas. Sedangkan seorang pencuri sandal atau kayu bakar bisa dikuhum sama seperti koruptor. Ini salah satu bentuk ketidakadilan/ketidakberpihakan pemimpin pada rakyat kecil. Hal ini sangat melukai rasa keadilan masyarakat kecil.
Banyak pemimpin terjerat kasus korupsi membuktikan bahwa pemimpin tidak peka terhadap masyarakat kecil. Pemimpin hanya mementingkan dirinya sendiri, keluarga, dan kelompok. Seorang pemimpin yang hanya untuk memperkaya diri sendiri, dan pemimpin merasa bangga ketika mampu menunjukkan kekayaan yang dimilikinya tanpa peduli masyarakat kelas bawah. Masyarakat sering sakit hati oleh ulah para pemimpinnya.
Padahal, pemimpin lahir dari rakyat kecil. Pemimpin dipilih oleh rakyat. Tanpa dukungan masyarakat, seseorang tidak akan mendapat posisi sebagai pemimpin. Oleh karena itu, ketika seseorang menjadi pemimpin sudah sewajarnya memperhatikan rakyat kecil. Pemimpin yang demikian adalah pemimpin dengan filosofi pohon bambu.
Belajar dari Pohon Bambu
Pohon bambu tumbuh dengan akar yang kuat, dari bawah terus tumbuh dan berkembang ke atas, ketika sudah menjulang tinggi, maka ujungnya merunduk. Hal ini berarti bahwa ketika menjadi orang besar (pemimpin) jangan lupa melihat orang kecil.
Filosofi pemimpin pohon bampu akan selalu mengingat dari mana ia berasal, di mana dirinya dilahirkan dari masyarakat, maka akan terus memperhatikan nasib rakyatnya. Pemimpin pohon bambu, malu apabila melihat masyarakatnya menderita. Pemimpin pohon bambu malu apabila melihat masyarakatnya miskin. Prinsip pemimpin pohon bambu adalah lebih baik dirinya miskin, asalkan rakyatnya sejahtera, dibandingkan dirinya sejahtera, tetapi rakyatnya miskin.
Pemimpin pohon bambu adalah pemimpin yang dekat dengan rakyatnya. Pemimpin pohon bambu adalah pemimpin yang selalu turun langsung melihat permasalahan di lapangan. Dengan kata lain, pemimpin pohon bampu adalah pemimpin yang merakyat, pemimpin yang mengerti penderitaan rakyat.
Lawan dari Filosofi Bambu
Berbeda dengan filosofi pemimpin pohon bampu, filosofi pemimpin biji kacang, sering melupakan asal usulnya. Pemimpin seperti biji kacang yang lupa pada kulitanya, hanya rajin turun ke bawah ketika ada kepentingan untuk meraih kekuasaan/jabatan. Setelah menjabat, tidak sesekalipun kembali datang melihat langsung keadaan masyarakatnya.
Pemimpin biji kacang, selalu mementingkan dirinya sendiri. Bagi dirinya, kekuasaan adalah kesempatan untuk menunmpuk kekayaan, kesempatan untuk berfoya-foya, dan sejenisnya. Pemimpin biji kacang hanya menerima laporan di atas meja, tanpa melihat langsung kondisi riil di lapangan.
Pemimpin pohon bampu merupakan pemimpin ideal, pemimpin yang benar-benar pemimpin. Sedangkan pemimpin biji kacang adalah bukan pemimpin yang sebenarnya, tetapi adalah seorang penipu. Seseorang yang telah menipu kepercayaan rakyat. Oleh karena itu, wahai para pemimpin, jadilah pemimpin seperti pohon bambu. Demikian pula, kepada masyarakat pilihlah sosok pemimpin yang memiliki tipe pemimpin pohon bambu, bukan pemimpin biji kacang.
Seperti filosofi bambu yang tetap berdiri meski diterpa badai, bisnis juga harus kuat di ranah digital. Dengan AI Powered SEO, website Anda bisa lebih mudah ditemukan di Google dan menarik lebih banyak pelanggan.
Memilih Pembelajaran Manajemen untuk Karier Masa Depan
Filosofi bambu mengajarkan ketahanan dan adaptasi, kualitas yang sangat penting dalam dunia bisnis. Jika Anda ingin membangun keterampilan kepemimpinan dan strategi bisnis, pertimbangkan untuk kuliah di jurusan Manajemen dari Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA). Program ini membekali Anda dengan ilmu manajemen modern untuk sukses di dunia kerja!
Keterampilan yang fleksibel seperti filosofi bambu dapat diwujudkan melalui Program Beasiswa PBL. Dengan konsep belajar sambil bekerja remote, Anda bisa membiayai kuliah dengan biaya yang terjangkau oleh para mahasiswanya!
Ingin melangkah lebih maju dalam pendidikan? Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) telah dibuka! Daftarkan diri Anda sekarang dan raih masa depan gemilang. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami melalui WhatsApp di 082282888833.
Peluang Bisnis Menguntungkan dengan Reseller Adolo
Seperti filosofi bambu yang kuat dan fleksibel, bisnis juga harus adaptif. Bergabung sebagai reseller di Adolo membuka peluang baru bagi Anda untuk menjual berbagai produk, termasuk laptop, dengan keuntungan menarik!
Adolo menawarkan dukungan penuh bagi reseller, mulai dari katalog produk hingga sistem pemasaran. Dengan fleksibilitas waktu dan potensi keuntungan besar, ini adalah kesempatan emas bagi Anda yang ingin memulai bisnis sendiri. Informasi selengkapnya bisa klik di sini
Ingin meningkatkan penjualan bisnis dengan strategi digital? Omnichannel Sales Growth memanfaatkan AI untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan mengoptimalkan pengalaman belanja online. Saatnya bisnis Anda berkembang pesat!
Baca juga: Strategi Omnichannel Bantu Bisnis Adaptasi dalam Berbagai Situasi
I Gede Astawan, Mahasiswa Prodi Ilmu Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta
Email: astawan@undiksha.ac.id.***4
