SLEMAN, HarianBernas.com – Dinas Pariwisata DIY mengadakan Festival Reog dan Jathilan Se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Festival ini bersifat kompetisi antar kabupaten kota yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten/Kota seluruh DIY.
Pada hari Minggu 5/6/16 festival diikuti dari 5 kabupaten antara lain Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul dan Kota Yogyakarta. Acara di gelar sangat meriah di Tlatar Seneng, Tebing Breksi, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sleman,
Festival ini digelar dalam rangka upaya untuk melestarikan sekaligus mengembangkan seni tradisional yang tumbuh di sekitar lingkungan lokal. Kelompok Reog ?Kudho Wiromo? yang merupakan kontingen dari Kabupaten Sleman meraih juara 1 dengan total nilai 418.
Disusul kelompok reog ?Manggolo Mudho? dari Kabupaten Bantul dengan perolehan nilai 415. Sementara kota Yogyakarta diwakili oleh kelompok reog “Rontek Bambu Nada” dengan total nilai 386.
Dari Kulon Progo diwakili oleh kelompok reog “Gandhewo” dengan perolehan nilai 373. Kelompok reog “Mawar 7 Timbul Kencana” dengan nilai 351 serta yang terakhir yaitu kelompok reog “Sembrani” dari Sleman dengan total nilai 313.
Untuk kategori Jathilan, juara 1 dimenangkan oleh kelompok ?Melati? dari Sleman dengan total nilai 432. Disusul kontingen dari Kulon Progo oleh kelompok ?Ngesti Budoyo? dengan perolehan nilai 417.
Berikutnya dengan total 396 yaitu jathilan “Turonggo Mudho Perwiro” dari Bantul. Kabupaten Gunung Kidul diwakili jathilan “Puspanjala” perolehan nilai 386, Sementara urutan berikutnya ditempati oleh “Turonggo Mudho Budhoyo” kontingen Sleman dengan total nilai 383, dan terakhir “Turonggo Bekso Codhe Laras” mewakili Kota Yogyakarta dengan total nilai 366.
Dewan Juri dalam Festival Reog dan Jathilan 2016 kali ini terdiri dari praktisi seni dan dosen antara lain Dr. Kuswarsantyo, M.Hum sebagai ketua, Dra. Daruni, Warsito, AMd, M.Hum, Dr. Nur Iswantoro, M.Hum, dan RM Donny S. Megananda, SS, MBA.
