HarianBernas.com – Anjing merupakan hewan jenis mamalia. Anjing termasuk hewan pemakan daging (karnivora). Anjing memiliki warna rambut beraneka ragam, ada berwarna putih, hitam, merah, abu-abu, dan coklat. Selain itu, anjing memiliki berbagai jenis rambut/bulu, mulai dari yang sangat pendek hingga yang panjangnya bisa mencapai beberapa sentimeter. Rambut anjing bisa lurus atau keriting, dan bertekstur kasar hingga lembut seperti benang wol.
Sebagian besar anjing masih mempunyai ciri-ciri fisik yang diturunkan dari srigala. Anjing adalah hewan pemangsa dan hewan pemakan bangkai, memiliki gigi tajam dan rahang yang kuat untuk menyerang, menggigit, dan mencabik-cabik makanan. Ciri-ciri khas dari moyang srigala masih bertahan pada anjing, walaupun penangkaran secara selektif telah berhasil mengubah bentuk fisik berbagai jenis anjing.
Anjing memiliki otot yang kuat, tulang pergelangan kaki yang bersatu, sistem kardiovaskuler yang mendukung ketahanan fisik serta kecepatan berlari, dan gigi untuk menangkap dan mencabik mangsa. Bila dibandingkan dengan struktur tulang kaki manusia, secara teknis anjing berjalan berjingkat dengan jari-jari kaki.
Demikian gambaran sekilas tentang anjing. Kita tidak mengkaji lebih lanjut berkaitan dengan anatomi dan morfologi anjing, tetapi mencoba melihat dari salah satu sisi positif perilaku yang ditunjukkan anjing. Sedikitnya, ada 3 (tiga) perilaku anjing yang dapat dipetik pelajarannya untuk dijadikan pedoman dalam hidup ini.
1. Pandai Bersosialisasi
Anjing merupakan hewan sosial sama seperti halnya manusia. Kedekatan pola perilaku anjing dengan manusia menjadikan anjing bisa dilatih, diajak bermain, tinggal bersama manusia, dan diajak bersosialiasi dengan manusia dan anjing yang lain. Hal ini memberikan pelajaran bahwa kita sebagai manusia harus memiliki sifat sosial dan pandai bersosialisasi kepada sesama.
Kemampuan bersosialisasi merupakan kunci untuk membangun network (jaringan). Di era digital ini, membangun jaringan sangat penting. Bahkan, networking ini merupakan salah satu kunci apabila anda ingin meraih kesuksesan. Dengan memiliki jaringan yang luas dan baik, akan sangat membantu dalam pengembangan karier anda.
2. Kesetiaan dan Pengabdian
Seperti kita ketahui, anjing adalah binatang yang sangat setia. Kesetiaan dan pengabdian seekor anjing kepada tuannya tidak perlu diragukan lagi. Anjing bahkan berani membela tuannya dengan mempertaruhkan dirinya, ketika tuannya berada dalam bahaya. Kesetiaan dan pengabdian seekor anjing kepada tuannya ini dapat dijadikan contoh.
Mengapa anjing begitu setia sama tuannya? Hal ini dikarenakan tuannya sangat merawat dan menyayanginya. Hubungan ini menunjukkan bahwa kalau seorang majikan menyayangi asisten rumah tangganya (ART), maka ARTnya pun akan loyal dan tunduk pada majikannya. Sebaliknya, jika seorang majikan berlaku semena-mena pada ARTnya, maka lama-kelamaan ARTnya akan semakin menjauh.
Hubungan ini juga bisa menggambarkan pemilik perusahaan dan karyawannya. Jika sang bos (pemilik perusahaan) memperhatikan betul karyawannya, maka sang karyawannya pun siap mengabdikan dirinya kepada sang bos. Pada kasus yang berbeda, jika anda sebagai seorang pimpinan, sayangilah bawahan anda, maka bawahan anda akan siap mengabdikan dirinya untuk anda.
3. Tidak Serakah
Anjing juga bukan tipe hewan yang serakah, tetapi hewan yang mengambil secukupnya sesuai dengan kebutuhannya. Meskipun anjing memiliki nafsu makan yang sangat besar, setelah merasa kenyang dia akan berhenti makan.
Perilaku anjing ini memberitahukan bahwa kita sebagai manusia tidak boleh serakah. Kita harus puas dan bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Tuhan. Tapi ingat, puas bukan berarti berdiam diri, melainkan pandai bersyukur.
Sering dijumpai seseorang yang tidak pernah berpuas, sudah punya istri satu, ingin punya istri dua. Sudah punya istri dua, ingin punya istri tiga. Sudah punya motor bagus, ingin punya mobil. Sudah punya mobil satu, ingin nambah mobil lagi. Begitu seterusnya, keinginannya tidak pernah puas bagi orang yang serakah. Ketika keinginan satu dituruti, muncul keinginan yang baru lagi. Bahkan, untuk memenuhi keinginannya menggunakan cara-cara kotor, seperti korupsi, menipu, merampok, dan lain sebagainya.
Kuncinya adalah terletak pada pengendalian diri. Kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Ciri dari suatu keinginan adalah boleh dipenuhi boleh tidak, persentase boleh tidak dipenuhinya lebih besar dibandingkan harus dipenuhi. Sedangkan ciri kebutuhan adalah persentase harus dipenuhinya lebih besar dibandingkan persentase boleh tidak dipenuhinya. Artinya, jangankan keinginan, kebutuhan pun masih bisa tidak dipenuhi, terutama yang bukan merupakan kebutuhan primer.
Demikian paparan 3 (tiga) perilaku anjing yang bisa dijadikan contoh oleh kita sebagai manusia. Semoga kita dapat mempraktikkannya, sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang mudah bergaul (bersosialisai), pribadi yang setia dan penuh pengabdian (loyalitas), dan pribadi yang pandai bersyukur.
I Gede Astawan @ Penulis Buku Jalan Spiritual Menuju Hidup Bahagia
Email: astawan@undiksha.ac.id.
