HarianBernas.com – Konsep berpikir manusia terbagi menjadi dua bagian, yakni pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar disebut juga pikiran rasional. Pikiran inilah yang kita gunakan menganalisis, mengevaluasi, dan menilai.
Pikiran sadar disebut juga pikiran objektif. Ia bekerja menggunakan panca indra sebagai masukan atau input dari luar. Pikiran sadar menerima informasi melalui pengamatan, pengalaman, dan pendidikan. Oleh karenanya, pikiran sadar akan menghasilkan output yang logis atau reasonable.
Sedangkan, pikiran bawah sadar adalah pikiran irasional. Pikiran bawah sadar akan menerima apa pun yang dimasukkan oleh pikiran sadar. Semua yang diterimanya dari pikiran sadar adalah benar. Pikiran bawah sadar tidak dapat membedakan hal buruk ataupun baik, benar atupun salah, nyata ataupun imajinasi. Ia bekerja berdasarkan intuisi, bukan berdasarkan jumlah data atau referensi yang dimiliki oleh pikiran.
Pikiran bawah sadar baru akan berfungsi secara maksimal jika pikiran sadar berhenti bekerja. Kapan pikiran bawah sadar bekerja? Yakni saat manusia berada dalam kondisi setengah tidur atau setengah sadar.
Para ilmuan yang mempelajari dan memperdalam tentang pikiran mengatakan bahwa dalam kondisi normal, pikiran bawah sadar berkompetensi untukĀ mengendalikan prilaku manusia sebanyak 88%. Sedangkan pikiran sadar hanya memiliki kompetensi untuk mengendalikan prilaku manusia sebanyak 12% (Goleman, 2011).
Dalam kaitannya dengan berpikir, manusia dalam keadaan normal memiliki tiga fungsi sebagai berikut.
1. Menentukan Fokus
Dalam kegiatan berpikir, pikiran sadar bekerja keras mengolah banyaknya informasi yang diterima. Lebih seringnya, pikiran ke luar dan masuk bersamaan. Mereka yang tidak dapat mengendalikan atau mengolah pikiran tersebut, akan sulit fokus pada satu hal, sulit berkonsentrasi yang menentukan hal mana yang menjadi fokus pikiran Anda.
2. Menentukan Intensitas Perhatian
Pikiran yang datang dan pergi dalam sistem pikir Anda, tentulah menentukan perhatian. Perhatian ini berupa pengolahan data, dan reaksi atau respons setelahnya. Seberapa serius Anda ingin mengolah data tersebut? Seberapa banyak perhatian yang perlu Anda curahkan pada pikiran yang menjadi fokus Anda? Rasa yang akan menentukan intensitas tersebut.
3. Menentukan Durasi Perhatian
Jika Anda bisa mengendalikan pikiran Anda dengan baik, maka Anda akan dapat mengatur seberapa lama perhatian yang ingin Anda berikan pada pikiran yang menjadi fokus pikiran Anda saat itu. Kebanyakan dari kita tidak mampu mengolah pikiran. Karenanya, manusia kerap kali kebablasan atau kepikiran pada sebuah fokus. Perilaku demikian kerap menggangu pikiran Anda yang lain.
Seperti gelisah memikirkan hal lain, sementara Anda harus fokus pada pertemuan yang sedang berlangsung menurut Anda belum tuntas. Nah, perilaku ini bisa dilatih, supaya Anda bisa memikirkan hanya pada satu prihal saja dalam satu waktu. Kita dapat berkonsentrasi dengan baik, menyimak permasalahan dengan baik, sehingga hasil yang dicapai dari konsentrasi tersebut juga baik.
Dalam pikiran bawah sadar, komponen konsep diri juga sangat penting dalam mempengaruhi tindakan dan keputusan yang diambil oleh seseorang. Apa itu konsep diri? Konsep diri merupakan pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri. Jika Anda menilai diri Anda sendiri sebagai orang yang lemah atau tidak mampu, maka demikianlah dihadapan orang lain, yakni lemah dan tidak mampu.
Namun, jika Anda menghargai diri Anda sendiri sebagai orang yang kuat dan mampu, maka orang lain pun melihat Anda sebagai sosok yang kuat dan mampu. Adapun langkah-langkah untuk menentukan konsep diri adalah sebagai berikut:
(1) menciptakan definisi diri positif,
(2) memperjuangkan keinginan yang positif,
(3) mengatasi masalah secara positif,
(4) memiliki dasar keputusan yang positif, dan
(5) memiliki teladan/model yang positif
Selain konsep diri, kepercayaan juga memengaruhi kesuksesan kita. Sesuatu yang dipercayai sungguh-sungguh akan menjadi kenyataan bagi kita. Dalam sistem pemrograman pikiran, kepercayaan merupakan bagian dari program mental yang terletak pada pikiran bawah sadar.
Pikiran bawah sadar sendiri mengendalikan 88% pola pikir manusia. Nah, pola program mental inilah akan mengarahkan manusia untuk mencapai dan mewujudkan apa yang dipercayainya. Cara pencapaiannya dilakukan baik secara sadar maupun tidak sadar.
Kepercayaan adalah sesuatu yang kita yakini sebagai hal yang benar. Di dalamnya, tidak ada hal yang baik maupun buruk. Yang ada adalah kepercayaan itu bisa mendukung ataupun menghambat sebuah peraihan atau pencapaian. Umumnya, kepercayaan merupakan generalisasi kejadian di masa lalu. Pikiran sadar manusia memberikan arti pada kejadian tersebut.
Sering kali manusia tidak memutuskan secara sadar apa yang dipercayainya. Bila pada saat kejadian tersebut pikiran sadar memberikan arti atau makna dan terjemahan yang tidak tepat, maka banyak kejadian di masa lalu menjadi hambatan bagi sebuah pencapaian di masa depan. Orang umumnya tidak kembali memikirkan kembali apakah kepercayaan itu benar atau salah, tepatkah makna ynag ditempelkan pada kejadian yang dialami?
Karena semua kejadian berjalan dengan otomatis. Meski demikian, kepercayaan bisa dipelajari, dipilah, dibuang yang merugikan dan digantikan dengan kepercayaan baru yang baik yang bisa mendukung Anda meraih sukses.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, kepercayan dapat dipilah dan dibuang jika itu merugikan atau menghambat kita untuk mencapai sesuatu. Banyak referensi dan informasi dalam database pikiran anda sangat memengaruhi keputusan untuk membuang atau tetap menggenggam kepercayaan yang sudah melekat tadi.
Jika pada lingkungan kita melihat bahwa banyak teman Anda yang bisa melakukan hal yang kita yakini tidak bisa kita lakukan, maka lambat laun kita akan meyakini diri bahwa kita pun bisa melakukannya. Mengapa tidak bisa? Bukankah apa yang teman anda miliki untuk bisa tampil di muka umum juga Anda miliki?
I Gede Astawan @ Penulis Buku Jalan Spiritual Menuju Hidup Bahagia
Email: astawan@undiksha.ac.id
