HarianBernas.com – Kita mengenal hujan sebagai peristiwa turunnya air dari langit. Namun tidak demikian halnya dengan hujan es. Karena sesuai dengan namanya, yang jatuh dari langit justru adalah butiran-butiran es. Tidak jarang es yang jatuh merusak benda di bawahnya jika kebetulan butiran-butiran es yang jatuh berukuran besar dan berjumlah banyak.
Sebelum kita bisa memahami kenapa fenomena hujan es bisa terjadi, maka kita harus mengetahui proses turunnya hujan lebih dulu. Ketika matahari menyinari air di permukaan bumi, air tersebut akan menguap. Semakin tinggi uap air tersebut naik, udara di sekitarnya akan menjadi semakin rendah dan uap air tadi berubah menjadi kristal es.
Kristal-kristal es tersebut selanjutnya akan mengumpul dan kita mengenalnya sebagai awan. Jika kristal es yang terkumpul jumlahnya sudah terlalu banyak, kristal-kristal es tersebut akan jatuh ke bumi. Dalam perjalanannya, akibat terpapar oleh suhu di bawahnya yang lebih hangat, kristal es akan meleleh dan tiba di permukaan bumi sebagai air hujan.
Dalam fenomena hujan es, prosesnya sedikit berbeda. Hujan es biasanya terjadi bersamaan dengan fenomena cuaca lain semisal badai. Akibat aliran udara yang kuat ditimbulkan badai, kristal-kristal es yang harusnya jatuh ke bumi justru malah tetap tertahan di udara. Selama tertahan di udara, kristal-kristal es tersebut bersatu dengan kristal-kristal es lain sehingga ukurannya bertambah besar.
Butiran es terbentuk ketika jumlah kristal es yang mengalami penyatuan sudah terlampau banyak. Jika butiran esnya sudah terlalu berat dan tidak bisa lagi tertahan di udara, butiran es itupun jatuh ke bumi dan kita melihatnya sebagai hujan es.
