Bernas.id– Ciwedey. Siapa yang tidak mengenal Kawah Putih? Kawasan wisata yang ngehits zaman now, terutama setelah dijadikan banyak video klip. Ternyata, dibalik cantik putihnya, kawah putih masih setia menyimpan jutaan rahasia. Kawah yang pada asalnya merupakan hasil letusan Gunung Patuha pada 12 masehi silam itu lebih terkenal dengan hal-hal mistis. Setidaknya tiga hal ini menyebabkan bulu roma merinding:
1. Gunung Patuha, penjagaan para leluhur
Nama Patuha, sebenarnya berasal dari kata Pak Tua yang kemudian menyederhana menjadi Patuha. Siapa Pak Tua itu? Tak lain adalah sesepuh masyarakat sekitar, hingga tak ayal, gunung ini pun dikenal dengan sebutan Gunung Sepuh. Gunung yang di ujungnya terdapat puncak kapuk, dipercaya sebagai kediaman eyang Jaga Satru, sekaligus tempat pertemuan para eyang penunggu gunung.
Konon, terdapat tujuh makan para eyang atau sesepuh penunggu gunung. Ketujuh leluhur tersebut, yaitu Eyang Jaga Satru, Eyang Rangsa Sadana, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabaak, Eyang Baskom dan Eyang Jambrong. Ketujuhnya dipercaya mencintai keasrian. Dengan ancaman kutukan bagi yang melanggar, menyebabkan lokasi ini masih terjaga keasriannya.
2. Kerajaan Gaib, penjaga tanah Sunda.
Mitologi yang kental pada zaman tersebut menyebabkan Gunung Patuha tak terjamah. Sebagai sesepuh, hampir tak ada yang berani mendekati gunung, apalagi menembus puncak. Bahkan, kawanan burung pun enggan melintas. Faktanya ditemukan kawanan burung mati setelah melintasi puncak. Fakta ini makin merealisasikan Patuha sebagai gunung terangker hingga sekarang.
3. Kepercayaan yang Terjaga.
Mitos yang beredar tidak hanya isapan jempol. Beberapa tempat sembahyang ditemukan menyebar di area sekitar kawah putih. Ditambah dengan munculnya lumur, domba dengan bulu seperti lumut beberapa kali secara misterius. Lumur, dipercaya sebagai domba peliharaan para sesepuh. Hadirnya lumur tak jarang dijadikan penanda akan adanya ruwatan. Tradisi yang sekaligus simbol syukur atas rezeki pada Sang Maha Pencipta.
Uniknya, ruwatan masih dilestarikan hingga sekarang oleh para pemangku adat. Tradisi yang kental dengan aroma mistis masih dilaksanakan beberapa kali dalam setahun.
Hal-hal mistis ini, nyatanya lebih efektif dalam menjaga keutuhan area Kawah Putih.