Bernas.id – Menanam lengkeng satu atau dua pohon saja di pekarangan, berarti kita ikut menahan devisa untuk tidak mengalir ke luar negeri. Lengkeng bukan lagi monopoli dataran tinggi. Kini banyak varietas lengkeng dataran rendah. Beberapa varietas yang populer antara lain diamond river, pingpong, itoh, dan kristalin.
Beberapa faktor berikut perlu diperhatikan agar tanaman lengkeng dataran rendah memiliki produktivitas yang tinggi, di antaranya:
1. Iklim dan Tanah
Lengkeng dataran rendah dapat tumbuh baik di bawah ketinggian 500 m dpl. Curah hujan tahunan yang diperlukan antara 1.000-3.000 mm dengan jumlah bulan kering sebanyak 4-6 bulan. Tanah yang cocok untuk lengkeng adalah yang mengandung banyak bahan organik, gembur, dan memiliki top soil yang dalam.
2. Penanaman
Bibit bisa diperoleh dari perbanyakan secara vegetatif, yaitu okulasi atau sambung pucuk. Untuk bibit berukuran besar, lubang tanaman berukuran 75x75x75 cm, sedangkan untuk bibit berukuran kecil atau sedang, lubang tanam berukuran 50x50x50 cm.
3. Penyiraman dan Penyiangan
Penyiraman dilakukan saat musim kemarau terutama terhadap tanaman yang masih kecil. Penyiangan dilakukan bila di sekitar batang tanaman banyak ditumbuhi gulma atau rerumputan.
4. Pemupukan
Pemupukan perlu dilakukan setiap tiga bulan sekali. Pupuk yang diberikan berupa pupuk organik yaitu pupuk kompos dari pupuk kandang sebanyak 20 kg per pohon. Selain itu, tanaman juga diberi pupuk NPK sebanyak 100-300 gram per pohon, tergantung umurnya. Tanaman juga diberi pupuk cair. Tanaman yang berumur sekitar satu tahun, pupuk cair diberikan sebanyak 100-150 cc per pohon. Saat tanaman berumur 2,5 tahun, pupuk cair diberikan sebanyak 250-500 cc per pohon.
Pemberian pupuk pada tanaman yang sudah berumur 4-5 tahun dapat dilakukan dua kali setahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Pupuk Urea, KCl, TSP, atau NPK diberikan sebanyak 1-2 kg per pohon. Pupuk tersebut dibenamkan di sekitar pohon dengan mengikuti pola proyeksi lingkaran dari ujung tajuk pohon. Pemberian pupuk cair dilakukan dengan disiramkan di sekitar pohon. Pupuk cair diberikan sebanyak 500-1.000 cc.
Tanaman lengkeng yang dirawat baik biasanya sudah mulai berbunga pada umur 1,5 tahun. Namun, perlu dipastikan bahwa percabangan tanaman sudah mampu mendukung perkembangan generatifnya. Bila masih kecil dan tidak mampu mendukung buah yang muncul, sebaiknya bunga yang keluar dipangkas agar perkembangan vegetatif lebih optimal. Setelah berumur 2,5 tahun, pohon lengkeng dari bibit okulasi sudah rajin berbuah dan memberikan hasil yang baik. Saat bunga keluar, pemberian pupuk kompos dari pupuk kandang perlu diberikan karena tanaman membutuhkan unsur kalium yang tinggi.
5. Pemangkasan
Berdasarkan tujuannya, ada tiga jenis pemangkasan, yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, dan pemangkasan produksi.
6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama yang menyerang tanaman lengkeng antara lain penggerek batang, lalat buah, dan mamalia seperti kelelawar, tupai, dan tikus. Penyakit pada tanaman ini umumnya disebabkan oleh jamur. Pengendaliannya antara lain dengan sanitasi kebun, menyuntikkan pestisida ke batang, membuat perangkap lalat, dan pembrongsongan buah.
7. Panen dan Paska Panen
Buang lengkeng dapat dipanen 4-5 bulan setelah berbunga. Buah ini baru bisa dipanen setelah matang di pohon karena buah ini tidak bisa melanjutkan proses pematangan buah setelah dipetik.
Selamat menanam!
