Bernas.id – Bagi seorang muslim mendengarkan sholawat nabi tentunya sudah tidak asing lagi. Umumnya sholawat nabi disenandungkan dengan menggunakan bahasa arab dan diiringi dengan musik rebana. Namun bagaimana jika bersholawat untuk nabi liriknya menggunakan bahasa Indonesia? Bahkan alunan musiknya meskipun menggunakan rebana tetapi mengcover musik dari lagu yang sedang tren saat ini?
Baru-baru ini muncul fenomena sholawat modern dengan cover musik lagu yang sedang tren. Video grup rebana dari salah satu pondok pesantren yang berasal dari Probolinggo Jawa Timur ini mendapat viewer yang cukup banyak di youtube. Awalnya grup sholawat Syubbanul Muslimin yang berasal dari Pondok Pesantren Nurul Qodim Probolinggo dikenal secara luas karena postingan shalawat ?Cinta Nabi? kemudian ?Doa untuk Ibu? dan disusul ?Ayah? dengan viewer yang cukup banyak. Video yang di-upload langsung oleh akun Syubbanul Muslimin ini merekam kegiatan grup sholawat ketika mengisi acara di berbagai daerah, karena memang sebelum dikenalkan di youtube grup sholawat ini sudah memiliki jam tayang yang cukup banyak di daerah Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Dalam video tersebut Vokalis yang bernama Gus Azmi saking menghayati lagu sholawat yang dibawakannya dengan judul ?Ayah? saat malam Idul Fitri sampai menitikkan air mata bahkan tak hanya Gus Azmi saja yang menitikkan air mata, personil rebana yang lainnya pun ikut menitikkan air mata.
Kehadiran sholawat modern dari grup sholawat Syubbanul Muslimin menarik perhatian khusus bagi masyarakat. Apalagi pada kalangan remaja, yang tengah menggandrungi lagu-lagu tren masa kini. Sholawat yang disajikan banyak mengcover lagu tren seperti shalawat ?Surat Cinta Untuk Nabi? yang di-cover dengan lagu ?Surat Cinta Untuk Starla?.
Terlepas dari pendapat masyarakat tentang sholawat yang dikemas secara modern. Kehadiran sholawat modern ini seperti oase di tengah pergaulan remaja di zaman yang semakin banyak terpengaruh budaya barat. KH. Hafidzul Hakim Noer sebagai pendiri grup sholawat Syubbanul Muslimin berharap agar sholawat yang dikemas secara modern ini bisa menjadi daya tarik di kalangan remaja dan nasehat yang disampaikan melalui sholawat secara modern dengan bahasa Indonesia dan dengan iringan musik tren masa kini bisa sampai ke hati pendengarnya khususnya remaja.
