Bernas.id ? Jika Anda memiliki lahan pekarangan yang sempit, bertanam dalam pot menjadi solusinya. Tanaman yang mempunyai nilai ekonomi dan estetika tinggi di antaranya anggur. Buah anggur dalam tayangan televisi atau layar lebar, ditampilkan sebagai buah yang disantap raja dan permaisuri.
Ada dua varietas anggur yang biasa dikonsumsi yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Vitis vinifera cocok untuk dataran rendah dengan ketinggian 0-300 m dpl (di atas permukaan laut). Jenisnya seperti probolinggo biru, alphonso lavalle, probolinggo putih, situbondo kuning, gros colman, delaware, muscat d?alexandria, golden champion, sultana, dan thompson. Vitis labrusca cocok untuk dataran menengah sampai tinggi. Jenisnya seperti isabella, brilliant, beacon, white malaga, dan curmen. Semua jenis ini berasal dari Amerika.
Jika berbicara tentang bertanam anggur di dalam pot, maka ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui :
1. Menyiapkan pot.
Pot untuk menanam berdiameter 30 cm, tinggi 40 cm, atau lebih besar lagi. Pot yang digunakan dilubangi bagian bawah dan samping untuk mengurangi kelebihan air siraman. Bagian bawah pot diberi batu atau pecahan genting agar media tanam tidak hanyut ketika disiram.
2. Menyiapkan media tanam.
Anggur tumbuh baik di tanah yang subur, gembur, mengandung banyak unsur hara, porous, dan memiliki pH netral (pH 7). Media tanam yang digunakan yaitu campuran tanah merah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2. Media tanam dimasukkan ke pot sampai terisi setengahnya. Pupuk NPK ditambahkan ke media tanam sebanyak 2-3 sendok makan setiap 10 liter media tanam. Untuk mencegah hama dan penyakit yang bersarang, Anda bisa menambahkan Furadan 3G pada media tanam. Dosisnya satu sendok teh setiap 10 liter media tanam.
3. Penanaman.
Bibit anggur yang dihasilkan dari stek, okulasi, dan cangkok bisa dipakai sebagai bibit. Sebaiknya bibit sudah memiliki lima helai daun yang sempurna. Polibag yang berisi bibit anggur disobek. Selanjutnya diletakkan di tengah-tengah pot. Setelah itu media tanam ditambahkan sampai batas tanam bibit anggur. Setelah itu, tanaman disiram dan disimpan di tempat yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung selama tiga hari. Tidak lupa di samping tanaman beri ajir/penegak. Ajir itu diikatkan ke tanamannya.
4. Pemupukan.
Pupuk organik pertama diberikan ketika penanaman. Selanjutnya, diberikan satu tahun sekali. Pemupukan Urea dilakukan ketika tanaman anggur berumur sepuluh hari. Dosisnya 10 gram per pot. Pupuk diberikan dengan menggali tanah di sekeliling tanaman sedalam 5 cm. Pupuk ditaburkan di dalam larikan, kemudian larikan ditutup tanah kembali dan disiram air. Pemberian pupuk diulang 10 hari sekali sampai tanaman anggur berumur tiga bulan.
Setelah berumur tiga bulan, dosis pupuk ditingkatkan menjadi 15 gram dengan selang waktu 15 hari sekali. Pemupukan ini dilanjutkan sampai tanaman berumur enam bulan. Setelah berumur enam bulan, diganti pupuk NPK. Dosis NPK 10 gram per bulan. Selain pupuk di atas, tanaman perlu diberi pupuk daun dan buah seperti GAndasil atau New Star.
5. Pengaturan air.
Tanaman anggur tidak tahan kekeringan dan genangan air.
6. Pemberian para-para.
Tanaman anggur yang ditanam dalam pot perlu dibuatkan para-para sebagai tempat menjalarnya batang, cabang, dan ranting. Para-para dibuat dari bahan bambu, kayu, atau besi. Ada tiga model bentuk para-para yakni tangga, T, dan tiang tunggal.
7. Pemangkasan.
Pemangkasan pertama kali untuk membentuk tajuk tanaman, pada umur 2-3 bulan setinggi 20-30 cm dari media tanam. Pemangkasan berikutnya adalah pemangkasan berat, saat tanaman berumur satu tahun. Caranya, semua daun yang menempel di batang, cabang, dan ranting dipangkas sehingga tanaman hanya tampak batang, cabang, dan ranting. Cabang yang dipangkas adalah cabang primer, jaraknya tiga ruas dari cabang sekunder. Dari cabang ini akan keluar tunas yang akan mengeluarkan bunga dan buah. Agar pertumbuhan tunasnya cepat, 2-3 hari sebelum pemangkasan, tanaman diairi dulu.
Seminggu setelah pemangkasan, setiap ruas cabang akan mengeluarkan tunas. Ketika tunas keluar, biasanya diikuti dengan keluarnya bunga anggur. Pemangkasan selanjutnya dilakukan 15-20 hari sejak panen.
8. Penjarangan dan pembungkusan.
Tujuan penjarangan buah anggur adalah untuk membuang buah yang yang terkena hama dan penyakit agar tidak menular ke buah yang lain, memperbesar buah, dan menghindari buah cacat karena terlalu rapat dalam dompolan. Penjarangan dilakukan ketika tanaman berumur 50-60 sejak pemangkasan. Setelah penjarangan dilakukan pembungkusan buah dengan plastik yang berlubang. Tujuannya untuk menghambat buah terkena penyakit dan mempermanis rasa.
9. Panen.
Buah anggur yang ditanam dalam pot bisa dipanen setelah berumur 110-115 hari setelah pemangkasan. Agar kualitas buah anggur bagus, memanen harus mengatur jatuh pada musim kemarau. Caranya, pemetik memegang tandan buah anggur, lalu memotongnya.
Selamat bertanam anggur!
