Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Isram Said Lolo Bantu Tuntaskan Kasus Penganiayaan Lewat Restorative Justice

    June 9, 2026

    Bupati dan DPRD Dukung Imigrasi Hadir di Tolitoli

    June 9, 2026

    DPRD Tolitoli Dukung Pembentukan Kantor Imigrasi Tolitoli

    June 9, 2026

    Bapas Yogyakarta Sampaikan Tantangan Pidana Kerja Sosial kepada Tim Pusaka DPR RI

    June 9, 2026

    Komunitas UMKM di DIY Tanggapi Revisi UU P2SK: Ada Harapan, Tapi Butuh Bukti Nyata di Lapangan

    June 9, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

      June 8, 2026

      Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Inklusif

      June 7, 2026

      Belanja Negara di DIY Capai Rp6,2 Triliun hingga Akhir April 2026

      June 2, 2026

      Dorong Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

      May 24, 2026

      Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

      May 22, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Budaya»Buat Kamu yang Anak Tunggal! Masih Percaya Mitos Menurut Orang Jawa Ini?
    Budaya

    Buat Kamu yang Anak Tunggal! Masih Percaya Mitos Menurut Orang Jawa Ini?

    Nur HidayahBy Nur HidayahNovember 10, 2017Updated:March 12, 2025No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    mitos anak tunggal
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Bernas.id – Anak tunggal biasanya identik dengan karakter yang manja. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa anak tunggal merupakan anak yang selalu serba dituruti kemauannya. Image yang demikian menjadikan anak tunggal terkadang menjadi perhatian khusus di lingkungan masyarakat. Namun faktanya, tidak semua anak tunggal memiliki karakter demikian. Nah, ternyata ada mitos anak tunggal yang masih berkembang di Jawa dan beberapa orang masih melestarikannya.

    Terlepas dari image anak tunggal yang demikian, dalam masyarakat status anak tunggal memang menyita perhatian khusus. Seperti halnya masyarakat Jawa yang kaya akan tradisi, adat dan budaya memiliki pandangan tersendiri terhadap anak tunggal.

    Masyarakat Jawa menyebut anak tunggal sebagai ontang-anting, sebenarnya ada sebutan tersendiri untuk anak tunggal laki-laki yaitu ontang-anting dan anak tunggal perempuan yaitu unting-unting. Namun, karena masyarakat terkadang suka memakai istilah yang salah, tetapi kaprah, akhirnya istilah yang kaprah itulah yang biasa disebutkan. Sehingga, kebanyakan masyarakat menyebut anak tunggal atau semata wayang dengan sebutan ontang-anting. Berikut ini mitos anak tunggal di Jawa yang perlu kamu ketahui.

    Mitos Anak Tunggal di Jawa

    Ruwatan anak Ontang-anting

    Dalam tradisi masyarakat Jawa penganut sinkretis yang masih kental akan tradisi mengenal istilah ruwatan. Ruwatan merupakan upacara adat untuk menghindarkan dari mara bahaya dan membebaskan diri dari Bethara Kala. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk melakukan ruwatan. Hanya orang yang dilahirkan dalam kondisi tertentu atau secara teknik perhitungan Jawa akan menderita. Orang yang demikian dinamakan sukerta. Orang yang menyandang status sebagai sukerta dalam tradisi Jawa harus diruwat.

    Seperti upacara adat lainnya, upacara ruwatan anak ontang-anting ini juga memiliki sederet rangkaian dan persiapan perlengkapan ubarampe. Hampir serupa dengan upacara ruwatan anak yang memiliki rambut gimbal. Meskipun sama-sama berada dalam lingkungan Jawa, tetapi upacara ruwatan anak ontang-anting ini tidak memiliki pakem yang sama, setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dan berbeda dari daerah lainnya.

    Upacara anak ontang-anting ini tidak ada pakem khusus ketika anak menginjak usia berapa. Ada yang dilaksanakan secara besar-besaran, atau hanya selamatan kecil-kecilan saja. Bahkan, ada yang dilakukan sebelum menikah. Salah satu hal yang unik yang menjadi sorotan adalah ketika upacara ruwatan ini berlangsung, anak yang diruwat harus rela membuang barang-barang kesukaannya. Barang-barang kesayangannya akan dilarung atau dibuang ke sungai, sebagai pertanda membuang segala kesialan dan menjauhkan dari mara bahaya. Namun sebagai timbal balik dari hal tersebut, orang tua harus menuruti permintaan anak yang diruwat.

    Baca Juga: Film “Setan Jawa” karya Garin yang Selalu Baru Ketika Ditonton

    Terlepas dari hal adat tersebut, semakin berkembangnya zaman, adat pun semakin ikut berubah dan berkembang. Bagi sebagian orang ada yang tidak percaya terhadap mitos bahwa anak semata wayang atau ontang-anting harus diruwat karena secara kelahiran merupakan anak sukerta.

    Namun, adat yang dibuat tentunya tidak ada yang tidak memilki makna dan tujuan. Tentunya, upacara adat yang dilakukan oleh manusia memiliki tujuan sebagai rasa syukur terhadap Tuhan. Masyarakat Jawa merupakan masyarakat yang memiliki banyak simbolis atau makna dalam setiap halnya. Simbolis yang direpresentasikan dalam sebuah benda atau kegiatan memiliki tujuan untuk keseimbangan hidup antara manusia dengan sesamanya dan manusia dengan Tuhan. Kelestarian adat dan budaya yang diciptakan oleh leluhurnya merupakan tugas generasi selanjutnya. Bagaimana pendapat Anda?

    Pilihan Program Pendidikan dan Sertifikasi yang Tepat

    Setelah menyimak bagaimana mitos anak tunggal di Jawa dan penerapannya, kini saatnya Anda menyimak bagaimana cara survive di era digital.

    Di era digital teknologi telah menguasai sebagian besar kehidupan, jika tak ingin tergilas Anda harus mempersiapkan diri untuk mendapat pekerjaan yang relevan.

    Salah satunya dengan memilih program studi  yang tepat. Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) adalah kampus yang memiliki Jurusan di bidan IT seperti Teknik Informatika dan Sistem Informasi.

    UNMAHA juga menyediakan program beasiswa untuk Anda yang ingin mendapatkan gratis SPP selama kuliah. Wah, menarik kan?

    Tak hanya itu, UNMAHA juga menyediakan program sertifikasi untuk memberikan pengakuan resmi pada keterampilan yang Anda kuasai. Dengan sertifikasi ini, dapat meningkatkan kredibilitas Anda di bidang ini.

    Untuk mendapat informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran mahasiswa dan beasiswa, Anda bisa mengunjungi PMB UNMAHA atau langsung menghubungi Admin melalui WhatsApp. (1)

    budaya mitos anak tunggal program studi di UNMAHA ruwatan Seni Budaya UNMAHA
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Nur Hidayah

    Related Posts

    Ribuan Orang Antusias Saksikan Kirab Budaya Tresna Pancasila

    June 7, 2026

    Polda DIY Selidiki Dugaan Kasus Pembubaran Kegiatan Ibadah di Bantul

    May 27, 2026

    Rujak Pare Sambal Kecombrang, Upaya Melawan Lupa Tragedi Mei 1998

    May 23, 2026

    Pameran Seni “Art is All Around” Kembali Digelar Ketiga Kalinya

    May 8, 2026

    Siswi SMA 2 Palu Wakili Indonesia di Ajang Miss Teen Culture International 2026 

    May 6, 2026

    Mengenang RM Jodjana, Tokoh Tari dari Jawa yang Mendunia, Walau Kini Tak Banyak Dikenal

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    Mavenir dan TextNow Meraih Penghargaan MVNO dan Kolaborasi Industri Terbaik di MVNOs World Awards

    June 9, 2026

    Yuno Menyampaikan Info terbaru Perusahaan Jelang Peluncuran, Memperluas Tim Pemimpin dengan Talenta dari Binance, dan Bersiap Mendorong Pertumbuhan Pasar Prediksi Global

    June 7, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026

    Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

    April 13, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    Isram Said Lolo Bantu Tuntaskan Kasus Penganiayaan Lewat Restorative Justice

    June 9, 2026

    Bupati dan DPRD Dukung Imigrasi Hadir di Tolitoli

    June 9, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.