Bernas.id – Tanpa disadari saat ini pasukan pohon besar mulai menghilang dari sisi ibukota. Ada yang mati dan tumbang, namun itu hanya sebagian. Sisanya, habis ditebang demi pembangunan jalan, rumah, apartemen hingga jembatan. Tidak hanya pohon besar melainkan juga tanaman berukuran sedang dan kecil habis dipangkas demi kebutuhan manusia. Apakah itu memberikan dampak buruk? Jelas. Pohon sebagai penyeimbang ekosistem ini sangat berfungsi untuk membantu lingkungan lebih terasa asri dari polusi. Manfaat lain dari tanaman juga sebagai sumber makanan manusia dan hewan, tempat berteduh dan penyeimbang jalur transpirasi.
Kurangnya lahan tanah, terutama di area perumahan, yang sebagian besar tertutup oleh aspal, bukan berarti membuat kita kehabisan ide untuk bercocok tanam. Begitu unik dan hebatnya tanaman ini diciptakan sehingga ia pun dapat tumbuh walau tanpa tanah, yaitu dengan sistem hidroponik, bercocok tanam dengan air.
Metode ini sangat sederhana dan cukup terjangkau. Berbagai model bisa kita lakukan sesuai dengan keadaan rumah dan lingkungan. Sebagian besar tanaman sangat bisa ditanam dengan metode ini, lho! Asalkan kita menanamnya sejak tanaman itu kecil bahkan mulai dari benihnya. Di Jepang, metode ini sudah berhasil digunakan untuk menanam dan panen padi di atas rooftop lho! Maka, Indonesia yang lebih kaya akan SDA ini pasti jauh lebih bisa.
Untuk kamu yang baru mau mencoba hidroponik di rumah ikuti beberapa langkah ini:
- Benih yang biasa ditanam oleh pemula antara lain, bayam, sawi, pokcoy, seledri dan bawang. Kamu bisa membeli benih tersebut lebih dulu di toko pertanian atau secara online.
- Siapkan nampan untuk menyemai benih yang sudah kamu beli.
- Kemudian susun rockwoll di atas nampan sebagai tempat menaruh benih. Rockwoll pun bisa kamu dapatkan di toko pertanian atau online. Fungsinya sebagai penyerap pupuk cair yang baik bagi pertumbuhan akar tanaman nantinya.
- Jika sudah tersusun rapi, basahi rockwoll dan benih dengan air karena air ini media utama dari sistem hidroponik.
- Lalu berikan pupuk cair sesuai takaran yang tertera pada botol pupuk. Kamu bisa membeli pupuk cair yang sudah instan atau masih dalam bentuk bubuk. Dan tunggulah hingga benih mulai tumbuh akar dan pucuk daun.
Nah, jika masa penyemaian sudah selesai, tinggal saatnya kita pindahkan rockwoll itu ke pot sebenarnya. Pot ini pun bisa kamu buat dari botol minuman bekas yang dipotong menjadi dua bagian, berikut langkahnya:
- Potong botol menjadi dua bagian, lalu isi bagian bawah botol dengan air dan letakkan bagian atas botol di dalamnya secara terbalik. Kamu bisa melihat contohnya pada gambar artikel ini.
- Masukkan kain flanel hingga menyentuh air di bagian bawah botol, fungsinya sebagai perantara air dan pupuk cair ke tanaman nanti.
- Lalu, masukkan sekam bakar atau arang sebagai media meningkatnya sistem aerasi (pertukaran udara) di zona akar tanaman. Kemudian, pindahkan rockwoll dari nampan kamu yang sudah selesai disemai ke atas sekam bakar atau arang tadi.
Selesai. Kamu tinggal menunggu sampai tanaman tumbuh dan menghasilkan produk yang siap dikonsumsi. Jangan lupa untuk tetap terkena sinar matahari dan mengganti air jika sudah mulai berkurang di dalam botol, serta berikan pupuk cair sebagai nutrisi.
Selamat mencoba!
