Bernasi.id -Jeruk adalah buah yang populer di Indonesia, dikenal karena rasanya yang segar dan kandungan vitamin C yang tinggi. Selain sebagai sumber nutrisi, jeruk juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan bagi petani. Untuk mencapai hasil optimal, penting memahami teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi lingkungan.
Budidaya jeruk di dataran rendah memerlukan perhatian khusus terhadap varietas yang cocok. Varietas seperti jeruk siam, pamelo magetan, dan keprok madura menunjukkan adaptasi baik pada ketinggian 1-700 meter di atas permukaan laut. Pemilihan varietas yang tepat akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen.
agar lebih efektif pemanfaatan sensor IoT dalam budidaya jeruk dapat membantu memantau kelembaban tanah dan kondisi cuaca secara real-time. Dengan Sertifikasi Engineer Perangkat IoT, Anda dapat mengembangkan sistem pertanian berbasis teknologi yang lebih efisien dan modern.
Baca Juga: Jus Jeruk, Cara Enak Turunkan Risiko Penyakit Stroke
Cara Budidaya Jeruk Darat
Ada beberapa varietas yang sudah berkembang. Varietas yang biasa ditanam oleh petani di dataran rendah (1-700 m dpl) adalah jeruk siam. Jeruk yang berasal dari Thailand ini kulit buah berwarna hijau kekuningan, mengkilat, dan permukaannya halus. Ketebalan kulitnya sekitar dua milimeter.
Berat tiap buah sekitar 75,6 gram. Bagian ujung buah berlekuk dangkal. Tekstur lunak pada daging buahnya dan manis segar kandungan airnya. Setiap buah mengandung sekitar 20 biji. Per pohon menghasilkan 1.000-2.000 buah per tahun.
Syarat-syarat tumbuh kembang optimal tanaman jeruk dipengaruhi oleh iklim dan tanah. Temperatur antara 25-300C, kelembapan optimum 70-80%. Tanahnya yang berlempung sampai lempung berpasir. Fraksi liat 7-27%, debu 25-50%, dan pasir < 50%, cukup humus, tata air, dan udara baik.
Tanah andosol dan latosol paling cocok. Keasaman tanah (pH) 5,5-6,5 dengan pH optimum 6. Kedalaman air tanah optimal 150-200 cm di bawah permukaan tanah. Sampai kemiringan sekitar 300 tanaman jeruk bisa tumbuh dengan baik.
Baca juga: Dukung Milenial Bertani, Pertamina Luncurkan Petani Idaman
Cara Memilih Bibit Unggul
Bibit dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk yang biasa ditanam. Bebas penyakit, mirip dengan induknya (true to type) merupakan syarat bibit yang baik. Subur, berdiameter batang 2-3 cm, permukaan batang halus, akar serabut banyak, akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit.
Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah atau di lahan kering. Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Jarak tanam varietas siam 5 x 5 m. Lubang tanam dibuat dua minggu sebelum tanam. Bibit jeruk ditanam di awal musim hujan. Bisa ditanam pada musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami.
Setelah bibit ditanam, lalu siram secukupnya dan berilah mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit.
Penyulaman dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh. Pembumbunan dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat. Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit, kering, dan tidak produktif. Struktur cabang mengikuti pola 1-3-9.
Pemupukan sampai umur 8 bulan diberikan setiap bulan dengan pupuk Urea, ZK, Dolomit, dan Pupuk kandang. Setelah umur 8 bulan diberikan setahun dua sampai tiga kali.
Pada umur tiga tahun, tanaman sudah dapat berbuah. Tetapi diusahakan dipanen muda karena tajuk tanaman belum kuat untuk menampung buah yang ada. Setelah umur empat tahun, buah boleh dimatangkan. Penjarangan dilakukan untuk memilih buah yang sehat, membuang buah yang tidak terkena sinar matahari, dan memperbesar buah.
Buah jeruk dipanen saat kulit berwarna kekuning-kuningan. Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas yang tajam. Tangkai jeruk disisakan, agar jeruk tidak cepat busuk.
Agar bisnis jeruk Anda semakin dikenal luas, penting untuk meningkatkan visibilitas di mesin pencari. Dengan AI Powered SEO, Anda bisa mengoptimalkan konten pemasaran agar produk lebih mudah ditemukan oleh pelanggan potensial.
Baca juga: Penggunaan Teknologi untuk Meningkatkan Hasil Panen di Indonesia
Belajar Agribisnis untuk Sukses di Industri Pertanian
Jika ingin mendalami dunia bisnis pertanian, pilihan terbaik adalah menempuh pendidikan jurusan Kewirausahaan. Di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA), Anda akan belajar strategi pemasaran, manajemen usaha, dan inovasi produk agribisnis agar sukses di industri pertanian.
Segera daftarkan diri Anda melalui situs PMB UNMAHA atau konsultasikan langsung melalui WhatsApp PMB UNMAHA untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang program studi dan jalur pendaftaran.
Peluang Bisnis Menarik di Dunia Teknologi Gadget
Selain membudidayakan jeruk, peluang bisnis lainnya adalah menjadi reseller produk teknologi yang mendukung pertanian modern. Dengan bergabung di Adolo, Anda bisa menjual produk seperti laptop untuk kebutuhan pengelolaan data pertanian, serta berbagai produk lainnya yang diminati pasar.
Dengan Adolo, Anda memiliki peluang besar untuk memulai bisnis tanpa modal besar. Dapatkan akses ke berbagai produk unggulan dan mulai perjalanan sebagai reseller Adolo sukses di bidang pertanian dan teknologi!
Referensi: Nasin El-Kabumaini dan Tjetjep S. Ranuatmaja, 2008. Bertanam Jeruk. Penerbit PT. Puri Delco, Bandung. [4]
