Bernas.id ? Albania dan Turki adalah dua negara di Eropa Tenggara yang memiliki banyak kemiripan. Kedua negara tersebut sama-sama berpenduduk mayoritas Islam. Hal yang dimungkinkan karena keduanya pernah menyatu saat Kesultanan Ottoman masih berdiri.
Kendati Ottoman sudah lama runtuh, kedua negara sama-sama tetap ingin menjalin hubungan dekat. Pendirian Masjid Agung Namazgja di Tirana, Albania, menjadi salah satu caranya. Biaya pembangunan masjid yang mencapai 30 juta euro tersebut ditanggung oleh pemerintah Turki.
?Lokasinya berada di pusat kota dan tepat berada di depan parlemen. Saat sudah selesai dibangun, masjid ini akan menjadi masjid terbesar di Balkan. Ini adalah hadiah dari Presiden Erdogan. Pembangunan bagian dalamnya akan menghabiskan waktu kurang lebih setahun,? kata wartawan Vincent Triest saat mengunggah foto masjid tersebut ke Twitter.
Jika sudah selesai dibangun, masjid yang dibangun di atas lahan seluas 20.000 meter persegi ini bakal sanggup menampung hingga 5 ribu jemaah. Masjid ini diharapkan bisa menjadi solusi atas tidak adanya masjid berkapasitas besar di ibukota Albania. Selama ini warga Muslim Tirana harus menggunakan Lapangan Skanderberg yang tidak beratap jika hendak melakukan Shalat Ied.
Masjid ini sendiri hanyalah satu dari sekian banyak bangunan yang menyusun kompleks bertemakan agama Islam di jantung kota Tirana. Selain masjid, bangunan-bangunan lain seperti perpustakaan dan museum bakal didirikan di sini. Kompleks ini dibangun tidak jauh dari gereja-gereja besar agama Katolik dan Ortodoks.
?Lokasi masjid yang dekat dengan gereja dan adanya museum, yang bakal dibangun bersebelahan dengan masjid, menunjukkan berlangsungnya keberagaman dan kerukunan di Albania,? kata presiden Turki saat membuka masjid ini pada tahun 2015 silam.
