Bernas.id ? Berbicara tentang tanaman pasti sangat erat kaitannya dengan pupuk untuk membuat tanaman menjadi subur, baik pupuk organik maupun pupuk anorganik. Kesuburan sebuah tanaman tidak hanya dipengaruhi oleh pupuk, tetapi juga oleh media tanam. Media tanam merupakan salah satu unsur penting. Berpengaruh menunjang pertumbuhan tanaman, berfungsi memasok unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Sekam merupakan salah satu bahan yang digunakan sebagai campuran media tanam yang ditambahkan dengan tanah atau kohe (kotoran hewan). Dan paling sering digunakan sebagai media tanam dalam pot atau polybag.
Sekam yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah hasil penggilingan padi ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesuburan tanah. Penggunaanya bisa langsung atau dibakar. Cara pembakarannya dengan gosong setengah (50%) atau dengan gosong sepenuhnya (100%) dan menghasilkan arang sekam.
Media arang sekam ini biasanya digunakan untuk tanaman hidroponik seperti tomat, paprika dan mentimun dan berbagai jenis tanaman sayuran lainnya, selain itu juga biasa dimanfaatkan sebagai media tanam untuk tanaman hias. Keuntungan menggunakan arang sekam yaitu dapat menyuburkan tanaman dan juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Selain itu arang sekam memiliki kandungan Kalium (K), Magnesium (Mg), unsur Silikat (Si) dan kandungan Kalsium (Ca).
Arang sekam sebagai media tanam berfungsi untuk mengikat cadangan air yang diserap oleh tanah dan kemudian dijadikan sebagai cadangan makanan. Juga memberikan kekebalan pada tanaman sehingga tidak mudah terserang hama. Arang sekam menjadikan tanah gembur dan subur. Karena arang sekam menjadi tempat hidup jasad renik (mikroba yang bermanfaat) dan memperbaiki tingkat keasaman tanah.
Selain itu pemanfaatan arang sekam sebagai campuran media tanam melalui pemanfaatan limbah penggilingan gabah. Sehingga kulit gabah yang dahulu dianggap sebagai limbah kini memiliki manfaat dan nilai ekonomis. Arang sekam juga mudah didapatkan dengan harga yang relatif jauh lebih murah.
