Bernas.id ? Olah raga tinju ternyata sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Dalam penggalian yang dilakukan di dekat Hexhman, Inggris, tim arkeolog berhasil menemukan sarung tinju kulit yang berasal dari tahun 120 Sebelum Masehi (SM).
Menurut The Guardian, informasi kalau bangsa Romawi Kuno mempraktikkan olah raga tinju sebenarnya sudah lama diketahui lewat peninggalan mosaik, patung, dan lukisan. Namun sebelum penemuan di dekat reruntuhan Tembok Hadrian ini, arkeolog di zaman modern belum pernah menemukan sarung tinju dari masa Romawi Kuno.
Tidak seperti sarung tinju di masa kini yang menutupi seluruh telapak tangan, sarung tinju era Romawi memiliki desain layaknya senjata knuckle yang hanya menutupi bagian pangkal jari. Untuk menyerap efek kejut yang didapatnya, sarung tinju kuno ini menggunakan bahan penyusun yang lunak.
Lokasi tempat ditemukannya sarung tinju ini diperkirakan berfungsi sebagai barak militer di masa silam. Selain sarung tinju, para arkeolog juga menemukan benda-benda lain semisal pedang.
Karena ruangan bawah tanah yang digunakan untuk menyimpan benda-benda tadi berada dalam kondisi kedap udara, benda-benda tersebut tidak mengalami pembusukan. Menurut pengakuan arkeolog, sarung tinju yang mereka temukan bahkan masih berada dalam kondisi layak pakai.
?Bulu kuduk anda langsung berdiri ketika anda menyadari bahwa anda menemukan benda semengagumkan sarung tinju ini,? kata Andrew Birley yang memimpin penggalian ini.
?Sungguh merupakan pengalaman yang unik ketika melihat benda aslinya. Anda belajar lebih banyak lagi… Sebagai contoh, sarung tinju yang berukuran besar baru saja diperbaiki. Pemiliknya benar-benar ingin menjaga keawetan benda ini,? kata Patricia Birley yang turut meneliti sarung tinju ini.
Olah raga tinju dipraktikkan oleh militer Romawi Kuno di hadapan orang banyak sebagai upaya untuk menunjukkan kemahiran bertarung pesertanya. Bangsa Romawi sendiri diperkirakan mengadopsi praktik ini dari bangsa Yunani Kuno.
