JAKARTA,BERNAS.ID – Persiapan Tol Sumatera dalam menghadapi pengguna jalan libur Natal dan Tahun Baru 2020, telah dilakukan berbagai antisipasi.
Kakorlantas Irjen Istiono menerangkan kondisi Tol Sumatera sepanjang lebih kurang 360an, hasil peninjauan dari Bakauheni sudah dilakukan upaya rekayasa lalu lintas. Di dalam pengaturan masuk kapal dan antrean di gate sudah diantisipasi.
” Yang penting sosialisasi kepada pengguna jalan. Waktu tempuh yang biasanya tahun lalu bisa 8-10 jam ini jadi 3-4 jam. Ini menjadi daya tarik sendiri dan diperkirakan meningkat,” terang Irjen Istiono pada wartawan, Jumat (20/12/2019).
Jenderal bintang dua itu memaparkan, pihaknya sudah lakukan sosialisasi dari awal langkah preventif masuk tol disana. Area disana masih terbatas masalah rest area.
“Jumlahnya sampai Palembang sebenernya sampai 22. Jalur A 11, jalur B 11. Namun demikian belum jadi sepenuhnya. Yang jadi di bawah 50 persen tapi yang difungsionalkan sampai 70 persen,” jelasnya.
Untuk sarana dan prasarana, kondisi jalan tol sudah memenuhi standar minimal keselamatan. Pembatas jalannya, lampu sudah cukup dan itu sudah layak digunakan.
Namun untuk perhatian khusus 100 KM, dari Palembang menuju Mesuji tak ada exit tidak ada rest area juga jadi perhatian.
“Kita sosialisasi di awal. Patroli ditingkatkan kemudian juga ada area blankspot gak ada sinyal. Kita minta provider penguatan sinyal disana biar kalau ada apa apa bisa ditangani,” harapnya.
Dan juga sambung Istiono, tol yang baru ini perlu juga disosialisasikan kepada masyarakat. Bila mau masuk tol, isi bensin sepenuhnya. Karena di rest area pun belum cukup untuk mengcover pengguna jalan disana. Kemudian kartu tolnya jangan sampai habis atau kekurangan saldo. Itu akan jadi masalah sendiri. Karena itu dilakukan langkah-langkah tadi, sosialisasi kepada masyarakat.
“Nanti sosialisasinya antara lain dari Hutama Karya selaku penanggung jawab tol juga bertanggung jawab mensosialisasikan itu. Dari kepolisian, dan juga Pertamina juga menginformasikan dan melayani tentang bbm. meskipun di rest area ada yang bersifat tambahan,” tambahnya.(fir)
