YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Mencermati dan merespon perkembangan serta eskalasi situasi pandemi covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menganggap kasus penularan covid-19 di DIY semakin mengkhawatirkan.
Ketua MCCC PWM DIY, Purwadi menyebutkan, berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan DIY pada tanggal 27 Juni 2021 di DIY terdapat 830 kasus harian terkonfirmasi positif, sehingga total kasus aktif sebesar 15,41% atau sebanyak 8.917 kasus aktif, dengan positivity rate sebesar 25,46%, serta total Bed Occupancy Rate (BOR) sebesar 85,37%.
“Mempertimbangkan hal tersebut, kami memohon kebijaksanaan dan kewelasasihan Bapak Gubernur DIY untuk mengambil kebijakan radikal (mendasar) sebagai rem darurat agar situasi di DIY tidak bertambah buruk,” ujarnya, Senin (28/6/2021).
MCCC PWM DIY menilai perlu diambil kebijakan pembatasan sosial berskala DIY yang lebih ketat untuk menekan ataupun menurunkan potensi penularan covid-19. “Seperti menekan mobilitas pekerja dengan memaksimalkan skema kerja Work From Home (WFH) bagi semua ASN di DIY dan pekerja sektor formal lain semaksimal mungkin, kecuali di sektor vital (kesehatan, pangan, dan energi, serta pelayanan publik esensial) untuk 1-2 pekan kedepan,” katanya.
Baca Juga : Sultan Bakal Lockdown Yogyakarta Tuai Pro dan Kontra
Selanjutnya, menghentikan dan menunda semua kegiatan yang potensial menimbulkan kerumunan tanpa terkecuali, termasuk kegiatan pariwisata, pembelajaran tatap muka sekolah, kegiatan sosial dan ritual keagamaan, sampai dengan penularan dapat dikendalikan.
Kemudian, MCCC PWM DIY meminta peningkatan transparansi, soliditas, dan akuntabilitas data perkembangan covid-19 di DIY untuk membangun kredibilitas dan kepercayaan publik serta guna membangun komunikasi resiko yang tepat dan kuat kepada masyarakat.
Purwadi juga menyebutkan, perlu digelorakan solidaritas dan modal sosial masyarakat, diantaranya aktivasi satgas RT/RW/Dukuh/Desa. Disertai sikap sembodo dari pemerintah dengan tutur (pelatihan, taktis, motivasi, pendampingan satgas komunitas oleh Pemdes/Pemkab dan Pemprov), uwur (memberi atau urun sumberdaya pada komunitas), serta sembur (doa, kebijakan yang kredibel, konsisten, busa dipercaya).
“Pada sektor hilir yang meliputi respon kedaruratan dan penangan medis, kami mohon agar memberikan jaminan bagi relawan dan pekerja medis dalam bentuk pemenuhan hak-hak mereka secara tepat waktu. Menjamin ketersediaan kebutuhan respon medis berupa APD sesuai standar, farmasi/obat-obatan, termasuk oksigen medis yang beberapa waktu belakangan ini kebutuhannya meningkat drastis dan sempat langka. Turut mendesak pemerintah pusat agar segera mencairkan klaim dari rumah sakit atas penanganan medis yang sudah dilakukan dalam respon pandemi covid-19, baik untuk tahun 2020 lalu, maupun tahun 2021 ini. Sumberdaya berupa cash flow tersebut dibutuhkan oleh rumah sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk pelayanan lebih lanjut,” bebernya.
Selain itu, MCCC PWM DIY juga memohon kepada Gubernur DIY untuk mengajak insan pers/media massa serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama agar bergerak bersama, berkolaborasi memberikan edukasi, komunikasi resiko yang tepar, sahih dan argumentatif bagi warga masyarakat, agar terbangun kesadaran bersama untuk mitigasi yang lebih baik dan solid, serta melawan segala bentuk hoax (berita palsu, informasi yang menyesatkan) serta pernyataan-pernyataan yang melemahkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi pandemi ini.
“Program vaksinasi agar diselesaikan secara lebih massif, merata, dan berkeadilan dengan melibatkan lebih banyak sumberdaya dan modal sosial yang dimiliki DIY. Keberadaan Puskesmas, Polindes, Bidan Desa serta sumberdaya medis/kesehatan di Perguruan Tinggi di DIY agar dimobilisasi untuk akselerasi vaksinasi. Kelompok-kelompok rentan seperti difabel, pekerja sektor informal perlu mendapat afirmasi sebagai kelompok sasaran vaksinasi di DIY,” pungkasnya.
Terakhir, MCCC PWM DIY mendoakan Gubernur DIT selalu mendapat bimbingan Allah SWT untuk mengambil langkah-langkah kebijakan yang taktis sekaligus strategis dalam merespon eskalasi situasi pandemi covid-19 ini. (cdr)
