YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Kelompok Tani Maju Makmur Yogyakarta telah mengembangkan pertanian sayur organik. Lokasi lahannya berada di RT 23 RW 05 Kelurahan Prenggan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta, digarap tanpa menggunakan pestisida dalam proses budidayanya.
Anggota Kelompok Tani Maju Makmur, Reni Yuli Wijaya menjelaskan, unsur untuk mengusir hama menggunakan unsur alam. “Kebun sayur kami mengusung tanaman antipestisida. Pestisidanya nabati, jadi Insyallah tanamannya organik,” kata Reni, Rabu (29/9/2021).
Ia menjelaskan, hasil dari kampung sayur ini menjadi sumber pangan dan penyedia gizi sehat bagi keluarga. Di samping itu, budidaya sayuran juga sebagai antisipasi harga sayur di pasaran apabila melonjak tinggi. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena sudah memiliki stok bahan pokok sayur di rumah.
Bahkan ketika kebutuhan internal keluarga anggota kelompok tani sudah tercukupi, hasil panen bisa dijual kepada masyarakat sekitar. Pendapatan ini dikelola untuk penanaman di musim berikutnya.
“Di saat cabai, tomat, terong, sawi, dan kangkung mahal harganya, kami tidak bisa menjual sayuran itu ke pasar karena pandemi. Warga dan anggota justru bisa dengan mudah memetik sayuran di kebun secara langsung dan membelinya dengan harga murah,” ungkap Reni.
Kelompok Tani Maju Makmur berawal dari sekelompok ibu-ibu yang hobi menanam tanaman. Kemudian mereka mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Yogyakarta berupa bibit, media tanam, pelatihan, dan sebagainya. Seiring berjalannya waktu, kelompok ini cukup kesulitan dalam menambah orang. Hal ini salah satunya karena permukiman mereka berada di perkotaan, daerah yang cukup menantang untuk dijadikan lahan pertanian.
Baca juga: Jaga Produktivitas Kampung Sayur, Kelompok Tani di Kota Yogyakarta Dapat Bantuan Bibit
Tetapi justru tantangan ini yang membuat Kelompok Tani Maju Makmur termotivasi. “Karena kalau sudah cinta apa pun pasti akan tetap dilakukan. Terlebih kalau sampai tanaman tersebut terserang hama, pasti yang mereka rasakan adalah kesedihan,” imbuhnya.
Reni dan anggota Tani Maju Makmur lainnya berharap supaya kelompok ini dapat bertahan sampai beberapa generasi ke depan.
“Harapannya, Maju Makmur tetap bertahan dan dapat diteruskan sampai ke anak cucu kami. Jadi di Bumi kita itu oksigen enggak usah bayar,” tandasnya. (den)
