BERNAS.ID – Kalau di Indonesia, kita sudah terbiasa mengonsumsi makanan berbahan singkong seperti getuk, timus, oncom, dan masih banyak lagi. Bahkan makanan dari singkong kekinian lebih banyak ditemukan, seperti keripik pedas, croissant, singkong keju, dan bahkan brownies.
Singkong termasuk bahan pangan yang bernutrisi, dengan kandungan vitamin C, antioksidan, serat, dan vitamin A. Menurut FoodData Central dari Kementerian Pertanian Amerika Serikat, setiap 100 gram singkong mengandung 20 mg vitamin C. Serat dalam singkong juga dapat menyehatkan usus.
Singkong juga mengandung vitamin A yang memainkan peran krusial dalam kesehatan mata. Bahkan singkong varietas baru diperkaya dengan karotenoid provitamin A yang membantu meningkatkan penyerapan vitamin A.
Sebagai salah satu makanan pokok penghasil karbohidrat, ternyata singkong juga diolah di negara-negara lain di dunia. Yuk kita kenalan sama beragam menu dari singkong yang populer di dunia, seperti yang dikutip dari tasteatlas:
Bobó de camarão
Ini adalah makanan klasik dari wilayah Bahia di Brasil. Bobó de camarão terdiri dari singkong (bobó), udang segar, santan, dan minyak kelapa sawit, yang direbus. Kata Bobób berasal dari orang Ewe, sebutan untuk kelompok etnik yang tinggal di tenggara Ghana, yang dibawa ke Brasil sebagai budak.
Baca Juga: Jadi Menu di Hotel Berbintang, Apa Saja Kandungan Nutrisi dalam Singkong?
Awalnya, sup kental ini merupakan hidangan yang dibuat dengan kacang. Tapi, bobó de camarão yang dikenal sekarang justru tidak ada kacang. Alasannya, orang Ewe begitu antusias ketika pertama kali mengenal singkong di Brasil.
Sebagai lauk, hidangan ini biasanya dimakan dengan nasi. Sebagian besar restoran tradisional Brasil menyajikan menu ini.
Pichi-pichi
Pichi-pichi adalah makanan penutup Filipina yang terdiri dari tiga bahan utama, yakni singkong parut, gula, dan air. Simpel, bukan? Cara memasaknya dengan dikukus hingga menghasilkan tekstur yang kental dan kenyal.
Langkah selanjutnya, pichi-pichi dibalurkan pada tepung kelapa atau kelapa yang telah dikeringkan. Makanan ini biasanya populer pada perayaan, pesta, dan kudapan untuk sore hari atau merienda, yang merupakan bagian dari budaya Spanyol.
Makanan lembut dan lengket ini awalnya ditemukan di Provinsi Quezon, Filipina. Pichi-pichi atau dibaca “pitsi-pitsi” juga terkenal di Palau, sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik sekitar 500km sebelah timur Filipina.
Sopa de caracol
Singkong juga menjadi bagian dari hidangan bernama sopa de caracol, yang merupakan makanan paling terkenal di Honduras. Potongan besar keong dimasak dalam santan dengan tambahan kaldu keong, singkong, pisang tanduk, dan rempah-rempah seperti ketumbar, bawang putih, dan cabai.
Untuk menambah cita rasa, sayuran seperti wortel dan tomat yang dipotong dadu, serta tambahan bawang bombay dimasukkan ke dalam sup ini. Sopa de caracol populer di seluruh Karibia, terutama di pulau-pulau seperti Bahama dan Jamaika. Bagaimana, tertarik mencoba?
Encebollado
Masih dari benua Amerika, encebollado merupakan hidangan nasional Ekuador. Sup ikan satu ini punya khas unik, yakni terdapat banyak bawang. Hidangan ini juga kerap disantap untuk mengusir hangover alias mabuk alkohol.
Baca Juga: Fiesta Singkong 2021: Membawa Singkong Jadi Menu di Hotel Berbintang
Bahan-bahan untuk membuat encebollado adalah daging tuna segar, singkong, tomat, bawang bombay, ketumbar, dan beragam rempah lainnya. Tomat, bawang bombai, cabai, ketumbar, dan jintan merupakan bahan utama untuk menghasil rasa pedas dalam hidangan ini dan menjadi bahan dasar pembuatan sup yang disebut sofrito.
Sup ini berasal dari pesisir Ekuador dan dibuat oleh para nelayan yang melaut untuk berburu ikan. Dengan rempah-rempah dan ikan yang selalu tersedia, encebollado dikonsumsi secara luas di Ekuador.
Biscoito de polvilho
Dari namanya saja kita bisa menerka jika hidangan satu ini sejenis kudapan. Ya, biscoito de polvilho merupakan kue tradisional dari tepung yang memiliki rasa asin.
Biskuit asal Brasil ini bentuknya bulat, gembung, dan bagian luarnya yang renyah. Masih mengacu dari namanya, kata 'polvilho' diambil dari kata Latin “pulvis” yang berarti bubuk halus.
Ekstrak dari singkong yang rasanya asam menjadi bahan utama yang digunakan dalam menyiapkan kudapan ini. Sejarah biscoito de polvilho dimulai pada abad ke-18.
Kala itu, makanan ini berasal dari pertanian di negara bagian Minas Gerais untuk disajikan kepada pemilik perkebunan. Biasanya, biscoito de polvilho disantap pada sore bersama dengan keju dan kopi.
Dengan rasa dan tekstur yang unik, camilan ini sangat populer di Brasil sehingga bisa ditemukan di sebagian besar supermarket, atau penjual makanan di pantai.
Pasteles
Pasteles merupakan makanan tradisional dari Puerto Riko, Karibia, berupa pai daging berbentuk persegi panjang yang dibungkus pada selembar daun pisang. Meski terbuat dari daging, adonannya juga dibuat dengan berbagai bahan seperti singkong, talas, kentang, dan pisang hijau.
Baca Juga: Yuk Membuat Bola-Bola Singkong, Kudapan Enak nan Gurih
Isiannya dibuat dari daging babi atau ayam, dengan tambahan bumbu dan rempah-rempah seperti ketumbar dan bawang putih untuk menonjolkan rasa dagingnya. Untuk menikmati hidangan ini, pasteles biasanya disajikan dengan saus tomat, tabasco, atau pique criollo, saus pedas yang terbuat dari acar cabai pedas lokal yang difermentasikan dengan cuka.
Sejarah pasteles masih diperdebatkan, sebagian orang menyakini makanan ini berasal dari orang Indian Taino yang sudah lama tinggal di pulau itu, sebelum kedatangan Columbus.
Sementara, sebagian yang lain mengklaim pasteles diolah oleh budak Afrika yang dulu bekerja di perkebunan tebu. Meski masih menimbulkan perbedaan pendapat, faktanya pai daging ini digemari oleh keluarga di Puerto Riko.
Attiéké
Attiéké merupakan makanan khas Pantai Gading berupa kuskus atau couscous, dengan bahan utama singkong yang difermentasi dan digiling. Hidangan ini biasanya dinikmati dengan irisan bawang bombay, tomat, ayam panggang, dan ikan goreng.
Makanan ini dikonsumsi orang-orang dari segala usia untuk sarapan, makan siang, dan bahkan makan malam. Attiéké dapat diperoleh di banyak pasar lokal, baik dalam porsi individu maupun partai besar.
Chipa
Chipa merupakan roti sederhana yang menjadi makanan pokok paling umum di Paraguay. Roti ini terbuat dari tepung singkong, lemak babi, dan adas manis. Makanan ini berasal dari penduduk asli Amerika, Guarani, yang tinggal di daerah Amazon di Brasil, Argentina, dan Paraguay.
Roti ini muncul ketika masa di mana gandum sedang tidak ada. Tepung singkong pun menjadi pilihan untuk diolah menjadi makanan. Ketika misionaris Yesuit tiba, mereka memperkenalkan susu, telur, dan keju kepada penduduk, yang kemudian menjadi bagian dari bahan-bahan utama Chipa.
Getuk dan Oncom
Tasteatlas memasukkan getuk dan oncom dalam daftar makanan olahan singkong yang populer di dunia. Getuk merupakan makanan penutup asal Indonesia yang terbuat dari singkong rebus dan tumbuk. Memiliki cita rasa manis, getuk biasanya disajikan dnegan parutan kelapa. Dengan warna beragam, membuat getuk menjadi menarik untuk disantap.
Baca Juga: Cara Gampang Membuat Singkong Goreng Renyah dan Merekah
Sementara itu, oncom merupakan makanan tradisional yang berasal dari Jawa Barat, yang difermentasi dengan jamur. Oncom biasanya dibuat dari ampas kedelai, kacang, kelapa, atau singkong yang difermentasi.
Oncom kerap dipuji karena murah tapi bernilai gizi tinggi. Oncom biasanya dibungkus dengan daun pisang, kemudian diolah dengan berbagai resep.
