YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan, One Gate System kini diterapkan di Kota Jogja. Melalui sistem ini, seluruh kendaraan angkutan umum ke Kota Jogja harus masuk di Terminal Giwangan, dan akan dilakukan pemeriksaan kelengkapan yang dimiliki wisatawan.
“Ini agar wisatawan mematuhi ketentuan
Di antaranya wajib vaksin,” tegas Heroe, Kamis (21/10/2021).
Alasan yang kedua menurut dia terkait pengaturan arus lalu lintas. Ini supaya baik bus besar maupun kecil tidak menciptakan kemacetan di Kota Jogja.
“Tiap akhir pekan kami menghalau sekitar 140 bus supaya tidak masuk kota,” ungkapnya.
Di dalam One Gate System, menurut Heroe, intinya setiap tempat parkir ada stiker khususnya. Sehingga kendaraan umum diatur di mana saja parkirnya.
Pihaknya siap menurunkan tim gabungan melibatkan Dishub, Satpol PP, dan Polresta. Ini untuk menertibkan situasi di jalanan.
“Tidak ada toleransi untuk bus besar yang parkir di jalan. Pasti akan langsung ditindak,” tegas Heroe.
Baca juga: Dianggap Diskriminatif, Skema 'One Gate System' Diprotes Organda DIY
One Gate System ini menurutnya terintegrasi dengan seluruh aplikasi lain di Jogja. Karena itu pihaknya meminta wisatawan tetap mengunduh aplikasi Jogja Smart Service. Karena ada info dan panduan bagi wisatwan dan info penting yang lain.
“Untuk wisatawan [maksimal berwisata] dua jam, dan parkir maksimal tiga jam,” tegas Heroe.
Ia mengatakan, pula selama lima pekan ini Kota Jogja sudah didatangi banyak wisatawan. Sebab level PPKM di DIY sudah turun ke level 2, sehingga hampir semua aktivitas bisa dilakukan.
“Kita selalu untuk mencoba menjadikan level dua ini tetap dalam kendali yang tidak berlebihan,” kata Heroe. (den)
