BERNAS.ID – Memiliki bayi merupakan salah satu anugerah terindah dalam hidup. Meski demikian, masih banyak perempuan takut dengan proses melahirkan yang sakit.
Tenang, ada hypnobirthing yang dari katanya saja sudah menunjukkan teknik ini menggunakan hipnosis. Tapi bukan berarti Anda akan merasa tertidur selama satu menit, kemudian bayi sudah lahir dan berada di depan Anda. Ada sejumlah teknik yang harus Anda kuasai untuk menikmati manfaatnya.
Sejumlah artis yang melahirkan dengan metode hypnobirthing tercatat seperti Sandra Dewi, Ardina Rasti, Olivia Jensen, Chacha Frederica, dan bahkan istri Pangeran Harry, Meghan Markle.
Baca Juga: Hipnosis Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok, Begini Penjelasan dan Caranya
Lalu apa itu hypnobirthing, bagaimana prosesnya, dan manfaatnya?
Mengenal Hypnobirthing
Mengutip Very Well Health, hypnobirthing adalah teknik hipnosis klinis atau hipnoterapi yang dapat digunakan selama persalinan untuk membantu meredakan kecemasan, ketakutan, dan rasa sakit.
The New York Times menyebut metode ini mulai diperkenalkan pada 1950-an, namun populer pada era 1980-an di Inggris dan Eropa. Meski demikian, ide dasar dari hypnobirthing telah ada selama berabad-abad.
Namun, istilah hypnobirthing baru muncul secara spesifik pada 1989 melalui buku HypnoBirthing: A Celebration of Life, yang ditulis oleh seorang hipnoterapis bernama Marie Mongan.
Mongan menilai dengan bantuan hipnosis, seorang perempuan dapat membawa tubuhnya ke keadaan relaksasi yang mendalam, di mana otot-otot dapat bekerja dengan cara semestinya selama persalinan.
Dia mengatakan, perasaan tenang itu seperti hanyut dalam buku yang kita baca atau film yang sedang kita nikmati. Orang yang menggunakan teknik tersebut memiliki perasaan santai, tenang, tetap tersadar, dan terkendali.
Baca Juga: Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan, Salah Satunya Bisa Pakai Hipnoterapi
Melansir Healthline, dengan berbagai teknik relaksasi dan self-hypnosis, metode ini mampu membantu tubuh menjadi santai sebelum dan selama proses persalinan. Tubuh dan pikiran yang rileks sepenuhnya membuat proses kelahiran menjadi lebih cepat dan tanpa rasa sakit karena tubuh tidak melawan proses alami.
Proses hypnobirthing pada dasarnya adalah kekuatan sugesti. The Parent menyebut perempuan yang hendak melahirkan menggunakan afirmasi positif, sugesti, dan visualisasi untuk membantu tubuhnya menjadi rileks, memandu pikirannya menjadi lebih tenang, dan mengendalikan napasnya.
Selain bisa dilakukan sendiri, hypnobirthing juga dapat dibantu oleh hipnoterapis terpercaya dan bersertifikat. Terapis itu bisa hadir ataupun tidak selama proses persalinan, tergantung kebutuhan ibu yang melahirkan itu.

Teknik Hypnobirthing
Sejumlah perempuan yang menggunakan hypnobirthing ketika melahirkan mengaku lebih mampu mengosongkan pikiran dan bernapas dengan baik. Namun, bagaimana selama kontraksi, seseorang yang bersalin dapat berada dalam kondisi rileks?
Ternyata, ada berbagai macam teknik yang bisa dilakukan selama proses hypnobirthing, seperti yang dikutip dari Healthline berikut ini:
Mengendalikan napas
Ada dua teknik untuk mengendalikan napas. Pertama, ambil napas dalam-dalam melalui hidung dengan hitungan empat, lalu keluarkan melalui hidung juga dengan hitungan 7.
Teknik kedua, ambil napas melalui hitung dengan hitungan sampai 7 dan hembuskan melalui hidung sampai hitungan ke-7. Bernapas dengan cara ini dapat membantu memicu sistem saraf parasimpatik, yang memberikan getaran yang menenangkan.
Fokus pada pemikiran positif
Teknik lain yang dibisa dipakai adalah fokus pada pikiran dan kata-kata positif. Kata “kontraksi” mungkin akan dihindari dan mengganti dengan istilah lain misal “gelombang”.
Visualisasi terarah
Dengan teknik visualisasi, Anda akan menggambarkan sesuatu dalam pikiran untuk membantu rileks. Mungkin Anda bakal memakai visualisasi gambar bunga atau mendengarkan musik serta, dan melakukan meditasi untuk mencapai rileksasi.
Ketiga teknik di atas mungkin membuat Anda seperti sedang melamun namun tetap tersadar, sehingga Anda kemungkinan mengalami hal-hal seperti di bawah ini:
Menyadari sepenuhnya apa yang sedang terjadi sehingga Anda mampu keluar masuk pada kondisi hipnosis kapan saja
Menjadi lebih rileks dengan menjaga tubuh keluar dari kondisi fight-or-flight yang disebabkan oleh lingkungan ruang bersalin yang asing.
Baca Juga: Hipnoterapi untuk Turunkan Berat Badan, Seberapa Efektif dan Bagaimana Caranya?
Mode fight-or-flight adalah respons tubuh ketika stres dengan memilih antara melawan (fight) atau menghindar (flight)
Mampu mengelola rasa sakit dan hormon stres akibat terjadinya pelepasan hormon endorfin
Manfaat Hypnobirthing
Kita mungkin bisa berencana untuk memiliki anak, tapi tentu tidak selalu berjalan seperti yang diinginkan. Jadi, selalu bersiap untuk setiap perubahan yang tidak terduga.
Dengan mempelajari teknik hypnobirthing, Anda dapat mengatasi hal yang tak terduga dengan lebih baik karena menguasai teknik pernapasan atau visualisasi. Lalu, apa saja manfaat hypnobirthing? Berikut selengkapnya, seperti dikutip dari Healthline dan Mother and Baby:
- Mempersingkat persalinan
- Lebih sedikit intervensi
- Ibu lebih mudah mengelola rasa sakit
- Memberikan rasa kontrol dan lebih rileks
- Bayi lebih sehat setelah beberapa menit dilahirkan
- Membantu ibu yang mengalami trauma
- Membantu pasangan merasa terlibat dalam proses kelahiran bayi
Risiko Hypnobirthing
Mengutip Very Well Health, tidak semua orang bisa menggunakan teknik hypnobirthing. Ada sejumlah hal yang menjadi pertimbangan yang membuat Anda tidak bisa menerima hipnoterapi atau melahirkan melalui vagina.
Baca Juga: Terapi Hutan, Cara Relaksasi Ala Orang Jepang yang Punya Banyak Manfaat
Secara umum, hipnoterapi tidak direkomendasikan bagi sejumlah orang dengan skizofrenia, gangguan kepribadian, epilepsi, gangguan bipolar, riwayat ingin bunuh diri, masalah jantung yang serius, dan narkolepsi atau gangguan tidur kronis yang membuat orang ngantuk luar biasa di siang hari dan serangan tidur tiba-tiba.
Hypnobirthing dianggap memiliki efek samping yang rendah. Meski belum ada data resmi terkait komplikasi akibat penggunaan hipnoterapi selama proses persalinan, tapi ada sejumlah bukti tentang efek sampingnya, seperti sakit kepala, gangguan kecemasan, dan amnesia.
Selalu berdiskusi dengan dokter atau bidan Anda tentang risiko kesehatan jika Anda ingin melahirkan lewat vaginal. Tak jarang, tenaga kesehatan menyarankan Anda untuk operasi caesar mengingat adanya kondisi-kondisi tertentu.
